Cara Mendag Bendung Dominasi Produk Asing di Marketplace RI

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Sumber :
  • Fikri Halim/VoxPop.co.id

VoxPop – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya meminta kepada marketplace atau tempat jual beli online Indonesia agar bisa membantu pemasaran produk-produk unggulan dalam negeri. Khususnya, produk yang dihasilkan oleh usaha kecil dan menengah (UKM).

img_title Paviliun Indonesia Raih 14 Kontrak Ekspor Senilai Rp 54,5 Miliar di Food and Hospitality Asia 2026

Alasannya, saat ini produk yang dijual di marketplace Indonesia didominasi oleh produk luar negeri. Setidaknya, untuk marketplace Blibli.com saja, terlihat bahwa produk lokal yang dijual tidak mencapai 10 persennya.

"Marketplace itu lebih banyak menjual produk dari luar, tadi ada pengakuan menarik dari Blibli.com dengan keprihatinan bahwa dari 2,5 juta (yang dijual) baru 100-200 ribu yang produk kami," kata Enggar, di sela Rapat Kerja Kemendag di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat 2 Februari 2018.

img_title Kemendag Gandeng Tokopedia-TikTok Shop Latih Perempuan Pelaku Usaha Lindung Kekayaan Intelektual

Untuk itu, Enggar mengatakan, pihaknya akan meminta langsung kepada para pelaku usaha di bidang marketplace untuk membantu memasarkan produk UKM dalam negeri. 

"Saya meminta langsung dan akan kami kumpulkan mereka (pengusaha marketplace) untuk bisa membantu UKM kita bisa dipasarkan oleh mereka. Tetapi, kita juga harus menyeleksi, tidak bisa kita lemparkan asal UKM masuk ke sana," kata dia. 

img_title Harga CPO Melonjak Imbas Kondisi Geopolitik dan Tingginya Permintaan

Dia melanjutkan, pihaknya juga telah meminta seluruh kepala dinas perdagangan yang ada di provinsi untuk melakukan seleksi UKM yang pantas dipasarkan. Contohnya, adalah UKM-UKM yang telah dibina Kementerian Perdagangan, sehingga mengetahui kontinuitas dan kualitas dari produknya.

"Maka kita pasti memintakan kepada mereka (marketplace) untuk bisa dibantu dipasarkan. Sehingga kehadiran marketplace yang besar-besar ini bukan membuat Indonesia sebagai pasar produk dalam negeri tapi justru memasarkan produk Indonesia ke luar negeri," kata dia.

Enggar berjanji, kesulitan-kesulitan yang terjadi saat pemasaran produk Indonesia ke luar negeri akan dicarikan solusinya. Misalnya saja ada kecurangan, ketidakbenaran atau fraud.

Ia mengatakan, solusi untuk hal-hal seperti ini harus segera dicari bersama agar produk Indonesia bisa dijual dengan baik ke pasar Internasional.

"Ambillah contoh Alibaba, bisa menjual  produk dari China-nya untuk masuk ke seluruh dunia. Maka itu yang harus kita lakukan. Negara akan membantu sepenuhnya berbagai hal yang ada untuk membantu UKM yang ada ini bisa ekspor keluar," tutur dia.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti

Optimalkan Perjanjian Dagang, Kemendag dan Kadin Perkuat Sinergi Dongkrak Pasar Ekspor

Kementerian Perdagangan bersama Kadin Indonesia terus memperkuat sinergi, guna mengoptimalkan pemanfaatan berbagai perjanjian dagang yang telah berlaku saat ini.

img_title
VoxPop.co.id
8 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut