Nilai Perdagangan Indonesia-Jepang Meningkat
- Istimewa
Sementara itu, dalam pertemuan Fukuda-Ma’ruf Amin antara lain dibicarakan lanjutan pembangunan MRT tahap 2, Thamrin-Ancol yang dijadwalkan mulai memasuki tahap lelang pada Februari 2020 mendatang.
Dalam kesempatan itu, Fukuda juga menawarkan keikutsertaan Jepang dalam pembangunan LRT jalur Cikarang-Tangerang, dan pembangunan jalan tol untuk mendukung pembangunan proyek pelabuhan Palimanan.
Sampai saat ini, Jepang adalah investor kedua terbesar di Indonesia. Sepanjang 2016-2018, total investasi langsung dari berbagai perusahaan Jepang, tercatat US4 15,35 miliar. Dari data yang ada, investasi Jepang terlihat tidak terlalu terpengaruh oleh penurunan iklim perekonomian global. Angka investasi Jepang, terlihat relatif stabil, yaitu sebesar US$5,40 miliar pada 2016, lalu sebesar US$4,99 pada 2017, dan sebesar US$4,95 pada 2018.
Menurut Rachmat, selain meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi, Indonesia juga perlu meningkatkan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, yang kini menjadi salah satu program prioritas Presiden Jokowi.
Untuk itu, PPIJ telah menyampaikan kepada Fukuda, yang juga Ketua Japan Indonesia Association (Japinda) untuk mendorong kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia ini.
Dari hasil survei yang dilakukan setiap tahun oleh Japan Student Services Organization/JASSO terlihat bahwa, meski jumlah siswa Indonesia yang belajar di Jepang, meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, yaitu mencapai 6.277 orang pada 2018, tapi dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta jiwa, persentase masih sangatlah kecil. Indonesia tertinggal dari Vietnam yang mengirimkan 72.345 orang siswanya pada 2018, padahal total populasi Vietnam hanya 96 juta jiwa.
