Dijadikan Komisaris Utama Pertamina, Ini Instruksi Istana kepada Ahok 

Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok di Kantor Kementerian BUMN
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hiro

VoxPop – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, telah ditetapkan menjadi Komisaris Utama Pertamina. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan keputusan memilih Ahok itu mempertimbangkan berbagai faktor.

img_title Kapal Tanker Pertamina Jadi Penyelamat, 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Berhasil Dievakuasi Selamat

"Proses rekrutmen seseorang menjadi direksi, terutama direktur utama maupun komisaris utama di BUMN itu melalui tim penilai akhir. Di mana ketuanya presiden, sekretarisnya saya, kemudian Pak Erick dan menteri terkait. Nah dalam proses itu, prosesnya panjang. Kita lihat berbagai faktor," kata Pramono di Jakarta, Senin 25 November 2019.

Pramono menyebut, persoalan bangsa ini salah satunya adalah mengenai defisit transaksi berjalan. Sementara yang memberikan kontribusi cukup besar terkait hal itu menurutnya adalah Pertamina dan PLN.

img_title MyPertamina Sediakan Edukasi hingga Layanan Produk Gratis di GIIAS 2026

"Maka dengan program B20, yang sekarang B30, kalau di internalnya Pertamina tidak dilakukan pembenahan, impor minyaknya sangat besar, inilah yang menyebabkan tekanan terhadap neraca trasaksi berjalan kita," ujar dia.

Karena itu, menurutnya inilah alasan mengapa Ahok dipilih menjadi Komisaris Utama Pertamina. Pramono berharap Ahok bisa melakukan pengawasan di tubuh Pertamina.

img_title Harga Bensin di Sejumlah SPBU Turun, Cek Perbandingan Pertamina, Shell dan BP Berikut Ini

"Sehingga dengan demikian, penugasan Pak Ahok paling utama di Pertamina adalah hal-hal berkaitan dengan itu. Untuk memberikan pengawasan jangan sampai Pertamina tidak mau berubah," kata Pramono.

Sebelumnya, usai disahkan sebagai Komisaris Utama Pertamina, Ahok mengaku tak akan banyak bicara maupun berkomentar terkait persoalan bisnis perusahaan kepada publik. 

Dia menegaskan, gaya dan gesturnya yang selama ini tampak saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta akan lebih diarahkan ke internal Pertamina. Yakni sebagaimana tugas dan fungsinya untuk mengawasi kinerja direksi Pertamina.

"Jadi, ini beda dengan Gubernur dulu, apa saja saya jawab. Ini kan ada hak dan wewenangnya," kata dia saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta.

Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Tina Talisa.

Pertamina Patra Niaga Kasih Bukti Kualitas Produk Lokal Indonesia Berdaya Saing Tinggi

Sebanyak 11 UMKM Mitra Binaan Pertamina Patra Niaga dari berbagai daerah menampilkan produk busana, batik, tenun, aksesori, perhiasan, hingga kerajinan kulit di IFW 2026.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut