HSBC: Perusahaan di ASEAN Raih Peringkat Teratas Prospek Pertumbuhan
- VoxPop/Muhamad Solihin
HSBC pun memberikan saran bagi perusahaan untuk dapat secara progresif menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi dan operasinya. Saran HSBC itu di antaranya:
Berpikir jangka panjang dan pendek: Keputusan yang dibuat sekarang akan berpengaruh di masa datang. Dampak perubahan iklim bersifat sistemik, menyeluruh, dan tetap.
Berpikir secara menyeluruh: Mempertimbangkan segala sesuatunya dimulai dari penggunaan energi listrik, portofolio aset, asal usul sumber daya, pengemasan dan pengiriman produk, sampai kepada kesiapan operasional. Maksudnya adalah melibatkan seluruh lapisan organisasi dan memasukkan pertimbangan-pertimbangan terkait lingkungan dan hal-hal sosial ke dalam bisnis dan keputusan investasi.
Berpikir global: Mencairnya gletser dan naiknya permukaan air laut tidak hanya berakibat buruk untuk penghuni kawasan Greenland atau Tuvalu. Hal-hal ini berdampak luas, terutama pada masa sekarang ini di mana seluruh dunia terhubung.
Mengikuti perkembangan: Perubahan teknologi dan inovasi hijau bisa menjadi alternatif untuk menekan karbon, sejalan dengan peraturan lingkungan, opsi pembiayaan berkelanjutan dan perkembangan ekspektasi investor serta pelanggan.
Bertindak sekarang dan memberi contoh: Strategi bisnis dan produk tidak dapat digeser dalam semalam, tindakan awal adalah kuncinya.
Sumit Dutta, presiden direktur PT Bank HSBC Indonesia, mengatakan, "Keberlanjutan akan mendorong nilai dan membantu mengamankan kelangsungan bisnis jangka panjang, dan kegagalan untuk melakukan sebuah tindakan sekarang dapat sangat menghambat peluang pertumbuhan Indonesia. Sementara itu, kemajuan pesat sudah dibuat".
Lima tahun ke depan, dia melanjutkan, merupakan waktu yang penting bagi bisnis untuk memastikan bahwa keberlanjutan tertanam di seluruh lini bisnis dan juga mata rantai.
