Kepala BKPM Sebut soal Natuna dan Investasi Dua Hal Berbeda

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia
Sumber :
  • VoxPopnews/Fikri Halim

VoxPop – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM, Bahlil Lahadalia menegaskan, perselisihan antara Indonesia dan China dalam masalah Natuna, tidak akan membuat China dilarang berinvestasi ke Indonesia.

img_title Rosan Ungkap Separuh Investasi RI Kuartal II 2026 Berasal dari Asing, Tembus Rp257,7 Triliun

Sebab, Bahlil memastikan bahwa masalah investasi dan perselisihan Indonesia dan China di wilayah Natuna itu, merupakan dua hal yang harus dipisahkan.

"Natuna itu kan pelanggaran. Kalau itu katakanlah terjadi pelanggaran, itu urusan pelanggaran biar lah aparat penegak hukum yang menyelesaikan," kata Bahlil dikutip Kamis 9 Januari 2020.

img_title Detik-detik Awak KM Ocean Three Ditemukan Bertahan Ngapung Pakai Tutup Cooler Box Ikan di Perairan Natuna

Bahlil memastikan bahwa masalah kedaulatan itu sama sekali tidak dibahas, atau menjadi salah satu klausul dari perjanjian apapun di dalam kesepakatan investasi antara Indonesia dan China.

"Kalau kita diinvestasi, enggak ada satu klausul pun ketika kita membangun investasi yang menyatakan bahwa boleh investasi dan negara lu (boleh) ganggu, enggak ada itu," ujarnya.

img_title Prabowo Tegaskan RI Menganut 'Good Neighbor Policy': Sekarang di Natuna Tidak Sering Ribut

Karenanya, Bahlil pun mengatakan bahwa BKPM akan tetap menjalankan tugasnya untuk menarik minat para investor, agar mereka mau berinvestasi ke Indonesia, termasuk dari China.

“Investasi kewajiban BKPM meyakinkan seluruh investor China maupun dimanapun bahwa iklim kondisi investasi di Indonesia sekarang sudah ada perubahan dan diharapkan jauh lebih baik ke depan,” kata Bahlil.

Dia pun kembali menegaskan masalah investasi ini tidak bisa disangkutpautkan dengan urusan kedaulatan, terkait perselisihan di wilayah Natuna, karena merupakan dua hal yang berbeda.

"Sekali lagi saya mengatakan, bahwa investasi dengan persoalan Natuna itu dua hal yang berbeda," ujarnya.

Kapal China di Laut China Selatan

FSI Ungkap Potensi Kerugian Triliunan Rupiah Akibat Klaim China di Natuna

Klaim China di Laut China Selatan dinilai tidak hanya memicu persoalan kedaulatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi Indonesia.

img_title
VoxPop.co.id
25 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut