Banyak Outsourcing Kartu Kredit, OJK Minta Bank Waspada Pencurian Data

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan, Heru Kristiyana.
Sumber :
  • VoxPopnews/Dusep Malik

VoxPop – Otoritas Jasa Keuangan terus gencar melakukan pengetatan atas data nasabah yang selama ini diberitakan bocor ke pihak-pihak tak bertanggung jawab. Atas hal tersebut OJK akan menutup celah-celah kebocoran tersebut.

img_title OJK Perketat Perang Lawan Judi Online, Lebih dari 36 Ribu Rekening Sudah Diblokir

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan, Heru Kristiyana mengatakan kebocoran data nasabah yang sekarang beredar diyakininya tidak berasal dari Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK yang OJK keluarkan.

Sebab, kata dia, sejumlah data pokok debitur bisa saja didapatkan dari sumber lain. Seperti petugas funding di perbankan, petugas kredit, petugas pembuka rekening dan lain-lain yang mungkin tersebar di pusat perbelanjaan.

img_title OJK Pastikan Revisi Target Bisnis BPR dan BPRS Tetap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

"SLIK kalau dipakai untuk jebol data bank itu bisa saya bantah karena orang bisa ambil data dari tempat lain. Data pokok bisa diambil di mana-mana," kata Heru kepada media, dikutip Jumat 21 Februari 2020.

Untuk itu, lanjut Heru, ketidakamanan data juga bisa saja bersumber dari pegawai perbankan sendiri, terlebih saat ini banyak pegawai kartu kredit perbankan merupakan pekerja kontrak atau outsourcing.

img_title OJK: Investor Pasar Modal Tumbuh 47,63 Persen Capai 30,06 Juta SID

Dengan demikian, ke depan pihaknya akan menyurati perbankan untuk tidak sembarang mengeluarkan data dari Bank. Surat itupun akan dijelaskan mengenai sanksi tegas agar data nasabah tetap terlindungi.

"Jangka pendek OJK akan kirim surat ke perbankan, soal data pribadi tidak boleh keluar. Amati petugas funding, petugas kredit, dan petugas pembukaan rekening. Kita tutup celah-celah itu," tegasnya.

Adapun dasar dari surat itu diatur dalam POJK nomor 1 tahun 2013, tentang perlindungan sektor jasa keuangan yang salah satunya mencakup perlindungan data pribadi nasabah.

"Kalau dibocorkan itu kriminal, dan kalau itu bocor dari SLIK makan akan ada sanksi setiap output yang keluar ilegal didenda Rp50 juta," ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hernawan Bekti Sasongko.

Bantah Laporan Keuangan 2025 Alami Defisit Anggaran, OJK Kasih Penjelasan

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hernawan Bekti Sasongko membantah adanya isu defisit anggaran dalam laporan keuangan 2025. Dia beli penjelasan.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut