Tambah Stimulus Ekonomi, Kadin Dorong Pemerintah Perluas Relaksasi

VoxPop – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, mengapresiasi berbagai stimulus ekonomi yang telah diberikan oleh pemerintah, melalui sejumlah insentif yang telah diberikan dalam paket stimulus kebijakan ekonomi II.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Meski demikian, Rosan mengaku bahwa pihaknya berharap pemerintah bisa memperluas lagi berbagai insentif, yang terdapat dalam paket kebijakan ekonomi tersebut.

"Pemerintah juga sudah mengeluarkan stimulus-stimulus dan relaksasi, tentunya harapan kita hal itu pasti akan berdampak. Tapi kita ingin memberikan usulan lagi kepada pemerintah agar hal itu diperluas," kata Rosan di Menara Kadin, Jakarta, Selasa 17 Maret 2020.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Rosan pun mencontohkan perluasan insentif yang dimaksudnya tersebut, seperti misalnya pada relaksasi pajak penghasilan atau PPh 21. Dia berharap, relaksasi di PPh Pasal 21 yang ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 100 persen atas penghasilan dari pekerja dengan besaran sampai dengan Rp200 juta pada sektor industri pengolahan itu, bisa diperluas lagi ke sejumlah sektor industri lainnya.

"Termasuk juga PPh 25, itu juga bisa diberikan kepada seluruh industri. Jadi tidak dibatasi," ujar Rosan.

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

Selain itu, Rosan juga berharap adanya kemudahan untuk proses restrukturisasi dari perbankan, atas izin OJK. Dia menilai jika hal itu juga sangat penting, misalnya melalui relaksasi dari segi pembayaran pokok dalam enam bulan ke depan.

"Jadi pengusaha boleh bayar bunganya saja, tanpa kreditur harus dibingungkan oleh OJK dan perbankan," kata Rosan.

Kemudian, Rosan menekankan upaya penguatan sektor UMKM, di mana Kadin mengusulkan agar mereka bisa diberikan multi-capital dengan suku bunga rendah, namun dengan pengembalian pertama yang baru dimulai sesudah enam bulan setelah modal diberikan.

"Hal-hal seperti itu yang tentunya ingin kita sampaikan lagi kepada pemerintah, agar hal ini lebih diperluas lagi. Supaya, kita bisa mengantisipasi penurunan dan perlambatan perekonomian pada tahun ini," kata Rosan.

"Karena kalau kita lihat, ini kan kita belum tahu secara pasti kapan wabah corona ini akan berakhir. Jadi yang perlu kita lakukan adalah upaya antisipasi secara benar dan komprehensif, sehingga semua ini bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut