Ada Bom Waktu Mirip Skandal BLBI di Balik Anggaran Rp5,6 T Prakerja

VoxPop – Sebuah bom waktu, atau masalah yang diperkirakan akan meledak besar di kemudian hari, ada di balik anggaran biaya pelatihan program Kartu Prakerja presiden Jokowi sebesar Rp5,6 triliun.

img_title Piala Dunia dan Sisi Gelapnya: dari Skandal hingga Keputusan Kontroversial

Menurut seorang pelaku usaha startup informasi digital Agustinus, karena tingginya nilai uang di balik program, skandal ini, bisa saja mirip kasus BLBI yang merugikan negara triliunan rupiah.

"Kita sedang menyimpan bom waktu, yang akan meledak sewaktu-waktu. Masyarakat tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, apa itu Prakerja," ujar Agustinus dalam Indonesia Business Forum (IBF) tvOne, dikutip pada Minggu, 26 April 2020.

img_title Deretan Skandal Adhisty Zara, Kini Jadi Sorotan Lagi Usai Umumkan Pernikahan Sekaligus Pamer Baby Bump

Agustinus menyampaikan, Rp5,6 triliun, merupakan uang yang dianggarkan untuk peserta kartu Prakerja dengan rincian Rp1 juta untuk 5,6 juta orang, dibagi 30 gelombang, atau Rp200 ribu per orang. 

Hanya, anggaran itu bukanlah dana tunai, melainkan saldo rekening virtual yang hanya bisa digunakan peserta untuk membeli video pelatihan dalam jaringan (daring) melalui start up pelaksana program pelatihan.

img_title Dituduh Tidur Bareng dengan Bawahan hingga Dipecat dari Kabinet Trump, Ini Klarifikasi Kristi Noem

"Kita lihat bom waktu di (anggaran) Rp5,6 triliun. Ada bisnis di balik itu, mengatasnamakan program kartu Prakerja," ujar Agustinus.

Agustinus juga mengemukakan, secara garis besar, anggaran Rp5,6 triliun hanya sekadar melintas di rekening peserta Prakerja, dan sudah dipastikan pada akhirnya akan menjadi uang yang dimiliki platform-platform pelatihan seperti Ruangguru.

Agustinus juga menyoroti dicairkannya anggaran Rp5,6 triliun oleh pemerintah hanya berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan platform-platform penyedia pelatihan daring Prakerja.

"Duit Rp5,6 triliun, keluar hanya berdasarkan perjanjian kerja sama. Apa bedanya dengan BLBI waktu itu? Keluar hanya lewat PKS. Pelatihannya belum dilakukan pun, duit sudah bisa cair," ujar Agustinus.

Advokat Tri Adhyaksa Viravibawa

Kejagung Didesak Tuntaskan Penelusuran Aset Eddy Tansil

Kejaksaan Agung (Kejagung) didesak untuk melanjutkan penelusuran aset milik buronan kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Eddy Tansil.

img_title
VoxPop.co.id
21 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut