Telkom Beberkan Serangan Balik ke Netflix Dkk
- Reuters
Menurut Dian, fenomena OTT, dengan layanan yang sebagian besar gratis dan menumpang pipa bandwidth milik perusahaan telekomunikasi lokal, disikapi berbeda-beda oleh penyedia jaringan.
“Ada yang melihat sebagai ancaman (pesimis), beberapa menganggap sebagai peluang (optimis) dan sebagian besar pasrah (realis) melihat serbuan OTT. Kalau Telkom termasuk yang optimis dan melawan balik serangan yang datang. Kita sudah ada strategi menghadapi fenomena ini jauh sebelum ramai-ramai soal OTT sekarang,” jelasnya.
Dian menjelaskan secara gamblang, setidaknya ada empat area OTT yang bersinggungan dengan perusahaan telekomunikasi. Pertama, OTT Voice dan OTT Messaging/Social Media seperti Skype, whatsapp, Line, Viber, KakaoTalk, GoogleTalk, Wechat, dan Telegram. Jenis OTT ini sudah lama menggerus pendapatan suara dan SMS operator. Sedangkan dua OTT berikutnya yaitu OTT Content/Video dan OTT Cloud Computing diyakini akan menjadi OTT dengan pertumbuhan tertinggi dalam waktu dekat.
Strategi Telkom melawan OTT
Para pemain OTT ini dianggap sebagai bahaya laten bagi para operator karena tidak mengeluarkan investasi besar, tetapi mengeruk keuntungan di atas jaringan milik operator.
“Telkom sedang dalam tahap transformasi untuk menangkap peluang bisnis baru. Pada saatnya nanti, Telkom tidak akan lagi disebut perusahaan telekomunikasi tapi Digital Company,” katanya.
Strategi Telkom dalam menghadapi OTT pada 4 area pertarungan tersebut di antaranya dalam layanan suara. Dalam layanan ini, Telkom mempertahankan jasa suara yang sudah ada dan menawarkan kualitas yang lebih baik (cristal clear voice, dll) untuk dapat menarik minat pengguna. Untuk area media sosial, Telkom akan melakukan manage retreat. Sedangkan untuk area Video/konten akan menawarkan platform internet TV, dan mengajak konten yang haus bandwitdh menjadi salah satu konten yang disalurkan melalui platform internet TV Milik Telkom.
Sedangkan pada persaingan Cloud/IoT/M2M menawarkan platform cloud computing dengan mengoptimalkan infrastruktur milik Telkom. Misalnya, penggunaan data center atau solusi dari TelkomSigma.
