BNI Tak Ada Rencana Pungut Biaya Cek Saldo dan Tarik Tunai

Sumber :
  • VoxPopnews/Muhamad Solihin
VoxPop.co.id
img_title Tingkatkan Kerja sama, BSM dan Muhammadiyah Teken MoU
- PT Bank Negara Indonesia Tbk belum berencana mengenakan pungutan biaya ke nasabahnya yang berulang kali melakukan transaksi tarik tunai dan cek saldo di anjungan tunai mandiri (ATM).

img_title Laba Bank Mayora Ditopang Naiknya Penyaluran Kredit
"Kami belum berencana, biaya perawatan ATM kami juga standar," ‎ujar Direktur Konsumer Retail Banking BNI, Anggoro Eko Cahyo, usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), di Jakarta, Kamis, 10 Maret 2016.

img_title Tampung Tax Amnesty, BNI Pikirkan Lepas Saham Syariah
‎Meski demikan, Anggoro mengaku, setiap bulan harus mengeluarkan biaya perawatan untuk setiap satu unit ATM sebesar Rp15 juta. Namun, untuk menekan biaya perawatan tersebut, bank pelat merah ini bersinergi dalam membangun ATM Himbara Link.

Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk berencana akan mengenakan biaya kepada nasabah yang berulang kali menggunakan ATM untuk melakukan cek saldo dan tarik tunai selama lebih dari lima sampai tujuh kali transaksi per hari.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, hal tersebut dilakukan agar nasabah menggunakan internet banking atau mobile banking dalam bertransaksi. Sebab, bank swasta ini mengaku, untuk membangun satu ATM bisa mengeluarkan dana investasi sebesar US$5.000-20.000. Selain itu, biaya perawatan ATM per bulan cukup besar, yakni hingga Rp144 juta per tahun per mesin.

(mus)
Pengguna ATM Bank Mandiri.

Dana Deklarasi Tax Amnesty Bank Mandiri Sudah Rp70 Miliar

Lebih banyak berupa deposito dan giro.

img_title
VoxPop.co.id
9 Agustus 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut