Cara Petani Cabai Jaga Harga Tak Jatuh
- ANTARA FOTO/Rudi Mulya
Glenn mengatakan, cabai merupakan komoditas pangan dengan rantai perdagangan terpanjang di atas komoditas pangan beras. Untuk sampai di tangan konsumen, cabai merah harus melewati lima tingkatan mulai dari pedagang pengepul, distributor, agen, pedagang grosir, pengecer, dan terakhir ke tangan konsumen.
Kendala bagi petani cabai, yakni terbatasnya benih cabai unggul berkualitas. Sementara itu, di sisi lain, persoalan serangan hama dan penyakit semakin berat. Contoh, virus Gemini dan penyakit layu bakteri yang dapat menyebabkan 100 persen gagal panen.
Glenn mengatakan, penggunaan benih hibrida berkualitas terbukti mampu meningkatkan produktivitas petani cabai. Sebagai contoh, produktivitas petani binaan PT Ewindo yang menggunakan benih unggul berkualitas dapat meningkat produksinya 100-120 persen dibanding ketika menggunakan benih lain.
Untuk benih hibrida cabai, Ewindo telah menghasilkan 17 varietas benih cabai hibrida sejak tahun 1991 sampai dengan 2015, dari mulai cabai varietas Jatilaba hingga yang terbaru varietas LABA F1 dan masih diminati petani sampai saat ini.
Masing-masing varietas tersebut memiliki keunggulan, di antaranya seperti buah yang seragam, tahan bakteri layu dan virus Gemini, tahan terhadap musim kemarau, dan dapat ditanam di dataran rendah.
"Selain memproduksi benih, Ewindo juga berperan serta dalam membina petani di beberapa wilayah di Indonesia. Saat ini, jumlah petani yang dibina secara intensif oleh petugas lapangan Ewindo berjumlah 1,5 juta petani," ujar Glenn.
Setiap tahunnya, petani binaan bertambah sebanyak 10 ribu petani. Seperti di wilayah Sumatera, penambahan petani binaan sebayak 3.000 petani, di pulau Jawa 5.000 petani, Kalimantan 1.000 petani, sedangkan di pulau Sulawesi dan Papua 1.000 petani.
Glenn menambahkan, untuk membantu petani cabai, perlu adanya pemanfaatan sistem teknologi informasi yang memungkinkan petani untuk mengakses informasi mengenai prediksi harga, kondisi tanah, dan perkiraan cuaca secara akurat dan mudah.
"Harapannya melalui aplikasi tersebut petani dapat mengatur masa tanam dan panen cabainya, agar tidak mengalami kerugian," jelasnya.
