Ada Upaya Pelemahan Komitmen Kebangsaan untuk Palestina
Terkait dengan sikap para wartawan sendiri, Fahri mengingatkan bahwa memang tidak ada larangan bagi orang Indonesia untuk bertandang ke Israel asalkan tidak menggunakan pasport hitam atau biru. Namun menurutnya para wartawan harus memahami pesan sejarah isi dari UUD bahwa kita tidak mengakui negara Israel. karena itu para wartawanlah yang diharapkan selalu menyampaikan pesan tersebut ke masyarakat.
“Pertemuan dengan Netanyahu dengan para wartawan Indonesia seharusnya tidak dilakukan untuk menunjukan Indonesia tidak mengakui Israel karena konstitusi Indonesia melarang kita mengakui penjajah.
Tetapi karena pertemuan itu terjadi, maka tentunya masyarakat akan bertanya-tanya bahwa ada agenda-agenda tersebunyi dalam kunjungan mereka dan mereka bekerja untuk kepentingan tertentu karena faktanya Netanyahu sendiri berharap mereka sebagai penyampai pesan kepada bangsa," ujarnya. (rin)
