Destinasi Wisata, Alasan Indonesia 'Jual' Danau Toba
- U-Report
VoxPop.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, menyebut pariwisata sesungguhnya merupakan dunia imajinasi.
"Imajinasi itu lebih kuat dari realita," kata Rizal, saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2016 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Nusa Dua, Bali, Kamis, 21 April 2016.
Dia mencontohkan, jika berlibur ke Italia, maka wisatawan wajib mengunjungi Colosseum di Roma.
"Apa sih itu gedung tua, jelek. Tapi, setiap orang datang ke Italia wajib datang ke sana. Karena, di kepala mereka, bayangan mereka, kalau mereka berdiri di dalam gedung itu, mereka bisa melihat kejayaan Kerajaan Romawi. Mereka bisa bayangkan gladiator lagi bertarung. Baru setelah dari sana mereka belanja ke Milan dan lain sebagainya," terang Rizal.
Begitu juga di Indonesia, dia berharap, tiap destinasi yang dipilih harus memiliki magnet story.
"Jadi, setiap lokasi yang kita pilih, harus ada magnet story lainnya. Harus ada cerita magnet yang bisa mengembangkan imajinasi orang sebelum dia datang," katanya.
Dia menjelaskan, hal itulah yang menjadi alasan dari 10 destinasi wisata yang akan dikembangkan pemerintah. Salah satunya, adalah Danau Toba.
"Itulah kenapa kami memilih Danau Toba sebagai salah satu lokasi tourism," katanya.
Menurutnya, Danau Toba memiliki magnet story yang diyakininya dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
"Magnet story Danau Toba apa itu, ternyata 70 ribu tahun lalu sebelum masehi di Danau Toba ada ledakan besar sekali mengalahkan ledakan Gunung Krakatau, mengalahkan ledakan Gunung Pompei di Italia," papar Rizal.
Ledakan Gunung Toba itu, dia menuturkan, ternyata merupakan ledakan yang paling terbesar dalam sejarah dunia. Akibatnya, berbulan-bulan dunia itu gelap gulita akibat abunya.
"Sepertiga dari mahluk hidup meninggal, cuaca dunia berubah. Tadinya dunia itu nyambung dengan es. Tapi, karena suhunya naik panas, maka es itu cair. Akhirnya dunia terpisah," jelas dia.
"Tadinya banyak binatang besar di dunia, dinosaurus dan lainnya. Tapi, karena tadinya dingin dan cuaca berubah panas, mereka mati. Tinggal komodo saja sekarang. Ini kejadian yang dahsyat sekali. Kita harus mampu menjelaskan cerita itu," tambah dia.
