Film Indonesia Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Dengan demikian, saat ini Indonesia belum ketemu dengan budayanya sendiri, dan itulah kata Roy, sebagai problemnya. “Bangsa Indoensia masih senang ikut-ikutan India, Korea, Amerika dan asing yang lain. Tidak membuat film yang ditulis, disutradarai, dimodali, dan dibintangi oleh warga Indonesia sendiri yang benar-benar memahami kearifan lokal. Tapi, saat ini kita memang kekurangan penulis cerita yang baik dan menarik. Padahal, kenapa dulu film kita digandrungi masyarakat? Karena diangkat dari novel yang ditulis oleh kita, dan terbukti laris dan banyak dibaca masyarakat, maka wajar kalau novel itu diangkat ke film, filmnya sangat diminati masyarakat,” ujarnya.
Namun demikian dia tidak takut dengan liberalisasi film. Boleh artis, aktor, dan pemodal asing berbondong-bondong ke Indonesia untuk investasi film, namun jangan sampai mereka atas kekuatan modal uangnya melarang film kita masuk ke bioskop-bioskop, akibat terjadi monopoli perfilman.
“Jangan sampai film kita kalah dengan uang, karena film kita memiliki pasarnya sendiri, dan terbukti di kampung-kampung masih sangat diminati masarakat,” katanya. (webtorial)
