Film Indonesia Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Roy Marten, Ketua Umum Parfi Gatot Brajamusti, Krisna Mukti dan Oki Agustina
Sumber :

Dengan demikian, saat ini Indonesia belum ketemu dengan budayanya sendiri, dan itulah kata Roy, sebagai problemnya. “Bangsa Indoensia masih senang ikut-ikutan India, Korea, Amerika dan  asing yang lain. Tidak membuat film yang ditulis, disutradarai, dimodali, dan dibintangi oleh warga Indonesia sendiri yang benar-benar memahami kearifan lokal. Tapi, saat ini kita memang kekurangan penulis cerita yang baik dan menarik. Padahal, kenapa dulu film kita digandrungi masyarakat? Karena diangkat dari novel yang ditulis oleh kita, dan terbukti laris dan banyak dibaca masyarakat, maka wajar kalau novel itu diangkat ke film, filmnya sangat diminati masyarakat,” ujarnya.

img_title Cak Imin ke Kader PKB: Saatnya PDIP Kita Kalahkan di Surabaya

Namun demikian dia tidak takut dengan liberalisasi film. Boleh artis, aktor, dan pemodal asing berbondong-bondong ke Indonesia untuk investasi film, namun jangan sampai mereka atas kekuatan modal uangnya melarang film kita masuk ke bioskop-bioskop, akibat terjadi monopoli perfilman.

“Jangan sampai film kita kalah dengan uang, karena film kita memiliki pasarnya sendiri, dan terbukti di kampung-kampung masih sangat diminati masarakat,” katanya.  (webtorial)

img_title Cak Imin Usul Pemilu Ditunda, PKB: Demokrasi Tidak Haramkan Wacana
Prabowo-Airlangga

Golkar, Gonjang-ganjing Koalisi dan Poros Tengah

Gonjang-ganjing koalisi pilpres yang belum reda, tidak terlepas dari sikap Golkar yang belum final memutuskan posisi politiknya.

img_title
VoxPop.co.id
15 Mei 2023
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut