Eksperimen Siswa RI di Antariksa Hampir Tuntas, Hasilnya?
- NASA
Soal sulitnya mendapatkan bahan riset eksperimen itu, kata Bennett, karena semua komponen didatangkan dari luar negeri sesuai standar keamanan NASA.
"Semua komponen harus ada semacam sertifikat dan bisa dilacak terbuat dari apa, beli di mana, dan sebagainya," ujar Bennett.
Untungnya, kata dia, pembuatan duplikat riset eksperimen Tim Padi sudah hampir selesai. Mereka menyicil pembuatan duplikat riset lebih dari sebulan yang lalu. "Sudah 90 persen selesai," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, pada akhir Maret lalu, eksperimen siswa Indonesia diluncurkan ke ISS.
Dua eksperimen itu dibuat dalam bentuk micro-lab yang difungsikan untuk bisa meneliti pertumbuhan ragi dan padi dalam kondisi gravitasi nol. Eksperimen pertama disiapkan oleh tim siswa dari SMA Unggul Del di Laguboti, Sumatera Utara.
Mereka bertugas mempelajari pertumbuhan ragi (yeast) di luar angkasa. Ini merupakan eksperimen pendahuluan sebelum meluncurkan eksperimen berikutnya untuk mempelajari cara menumbuhkan tempe di antariksa.
Eksperimen kedua disiapkan oleh tim siswa gabungan dari beberapa SMA di Jakarta, Bandung, dan Jayapura untuk mempelajari pertumbuhan padi di luar angkasa.
Perangkat micro-lab yang dirancang oleh para siswa SMA tersebut dilengkapi dengan kamera digital, sensor, dan micro-controller. Dengan semua perangkat ini diharapkan eksperimen terkait pertumbuhan ragi dan padi dapat diamati dari Bumi atau di mana pun, asal terhubung dengan Internet. Mereka juga bisa mengunduh foto-foto dari micro-lab yang dipancarkan dari ISS ke Bumi.
Dua eksperimen siswa Indonesia itu diluncurkan melalui Cygnus cargo freighter yang 'menggendong' roket Altas 5 dari fasilitas peluncurkan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.
