4 Museum Unik Jakarta yang Tak Tersohor
- VoxPopnews/Muhamad Solihin
VoxPop.co.id – Berwisata ke tempat-tempat bersejarah seperti museum, saat ini mulai digemari anak-anak muda. Jika berkunjung ke Museum Fatahillah atau Museum Monumen Pancasila Sakti sudah biasa, dan banyak didatangi orang, bagaimana jika mencoba menjelajahi kisah sejarah tempo dulu di sejumlah museum tak tersohor ini.
Ya, selain museum Fatahillah, di Jakarta masih banyak terdapat museum lain yang menyimpan banyak kisah sejarah. Tempatnya memang tak tersohor, namun museum-museum ini cukup unik dan bisa dimasukkan ke dalam daftar petualangan Anda di akhir pekan atau saat waktu senggang.
Mulai dari Museum Taman Prasasti, Museum di Tengah Kebun, Museum Bahari, hingga Museum Kebangkitan Nasional. Berikut empat museum unik Jakarta yang tak tersohor dirangkum VoxPop.co.id.
Museum Taman Prasasti
![]()
Nama museum ini mungkin tak banyak didengar orang. Tapi, Museum Taman Prasasti ini benar-benar ada dan terletak di Jalan Tanah Abang, No.1 Jakarta Pusat.
Museum ini adalah sebuah museum cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda. Museum ini memiliki koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam khas dari 27 provinsi di Indonesia, beserta koleksi kereta jenazah antik.
Museum seluas 1,2 hektare (ha) ini merupakan museum terbuka yang menampilkan karya seni dari masa lampau tentang kecanggihan para pematung, pemahat, kaligrafer, dan sastrawan yang menyatu.
Semula, Museum Taman Prasasti yang terletak di Jalan Tanah Abang I ini adalah pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober seluas 5,5 ha dan dibangun tahun 1795 untuk menggantikan kuburan lain di samping gereja Nieuw Hollandsche Kerk, sekarang Museum Wayang, yang sudah penuh. Makam baru ini menyimpan koleksi nisan dari tahun sebelumnya karena sebagian besar dipindahkan dari pemakaman Nieuw Hollandse Kerk pada awal abad 19. Nisan yang dipindahkan ini ditandai dengan tulisan HK, Hollandsche Kerk.
Pada tanggal 9 Juli 1977, pemakaman Kebon Jahe Kober dijadikan museum dan dibuka untuk umum dengan koleksi prasasti, nisan, dan makam sebanyak 1.372 yang terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu. Karena perkembangan kota, luas museum ini kian menyusut hanya tinggal 1,3 ha.
