'Belgia Bagian dari Dunia Muslim'
- VoxPop.co.id / Purna Karyanto
Berdasarkan catatan Kementerian Luar Negeri, pada 2015, volume perdagangan Belgia-Indonesia mencapai US$1,67 miliar dan investasi Belgia di Indonesia lebih dari US$7 juta.
Sekitar 2.000 perusahaan asal Belgia sudah beroperasi di Indonesia, tiga diantaranya, yaitu PT Eternit Gresik, PT Bekaert Indonesia, dan Belgium Knives Services.
PT Eternit Gresik adalah perusahaan manufaktur yang menjual berbagai material bangunan, seperti berbagai material untuk atap bangunan, material pelapis bangunan (cladding), lapisan penahan dan penyekat api, serta keramik.
Perusahaan ini beroperasi di 42 negara dengan lebih dari 17 ribu karyawan dengan nilai penjualan per tahun sekitar 3 miliar euro.
PT Bekaert Indonesia adalah salah satu perusahaan terdepan yang memproduksi kawat baja dan teknologi pelapisan (coating). Saat ini, menjadi perusahaan global yang mempekerjakan hampir 30 ribu karyawan dengan pendapatan per tahun sekitar 4,4 miliar euro.
Kedua pabrik ini baru diresmikan di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat, oleh Putri Astrid dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.
Sedangkan, Belgium Knives Services adalah perusahaan penyedia dan penggilingan pisau ini telah beroperasi selama 30 tahun.
Produk BKS tersebar dari pisau kecil hingga pisau yang bisa memotong 360 derajat. Pisau yang dihasilkan oleh BKS digunakan industri plastik, daur ulang, makanan, serta tekstil.
Pemerintah Indonesia telah menawarkan sejumlah sektor kepada Belgia untuk berinvestasi. Sektor mana saja benar-benar diminati oleh Belgia? Jelaskan alasan Anda?
Kami fokus di sektor industri, baik manufaktur dan infrastruktur, serta produk konsumen. Selain itu, kami melihat Indonesia sebagai basis pintu produksi dan pintu masuk barang Belgia ke pasar ASEAN dan Asia Pasifik.
Namun, kami saat ini juga melihat kesempatan berinvestasi di sektor jasa dan telekomunikasi. Karena kedua sektor tersebut berkembang pesat di Indonesia.
Sementara itu, produk-produk Belgia yang sebelumnya sudah beredar di pasar Indonesia antara lain produk alas kaki, karet, tekstil, elektronik, dan furnitur.
Dalam kunjungan Yang Mulia Putri Astrid ke Indonesia, lebih dari 20 perjanjian bisnis telah ditandatangani. Di antaranya, kesepakatan kerja sama investasi di bidang kepelabuhanan, logistik, dan pariwisata.
