Kisah Dua Wanita Muslim Jadi Target 'Islamophobia' di AS
- Twitter @itsdatnunu
Bahkan begitu banyak media AS yang telah mendokumentasikan tindakan pelecehan, kekerasan dan diskriminasi yang dihadapi umat Islam di AS hampir setiap hari dalam beberapa bulan terakhir.
Takkish juga mengatakan bahwa alasan lain mengapa ia mengunggah video tersebut adalah karena ia terkesima dengan cara pegawai kafe merespons sang pria tadi.
Noah bahkan terlihat mengantar pria tersebut keluar dari kafe dan menutup pintu. Menurut Noah, ia tak pernah mengalami perilaku rasialisme sebelumnya dan ia merasa harus melindungi Takkish dan Ammari.
"Memperlakukan mereka dengan tidak baik hanya karena kepercayaan mereka bukanlah hal yang dilakukan orang Amerika," ujar Noah.
Sejak diunggah, video tersebut telah di-retweet lebih dari 24 ribu pengguna Twitter. Dukungan pun mengalir bagi pemilik kafe, Greg Ramsay yang kebetulan tidak berada di sana saat kejadian tersebut berlangsung. Namun, ia mengatakan telah menerima telepon dari seorang anggota komunitas Muslim.
Orang tersebut ingin mengadakan sebuah acara sebagai bentuk dukungan bagi umat Muslim di area tersebut di kafe milik Ramsay, sekaligus ingin mengajak para umat Muslim membeli es krim di kafe itu sebagai bentuk rasa terima kasih.
"Kami telah menerima ucapan terima kasih dari banyak orang," ujar Ramsay.
When you just trying to eat your ice cream but trump supporters won't let you live pic.twitter.com/rW3MI8a2pn
— palestina (@itsdatnunu)
