Begini Efek Positif Puasa pada Otak
- Pixabay
"Penelitian plastisitas dan neurogenesis (kelenturan dan perkembangan otak), pada dasarnya sinapsis (jaringan otak) dapat berkembang berdasarkan faktor lingkungan, kejiwaan, dan makanan yang dikonsumsi," kata dia.
Taruna mengutip hasil penelitian dari peneliti Johansen-Berg dan koleganya, yang diterbitkan dalam jurnal Neuron Journal, menunjukkan sinapsis di otak bisa berubah selama 24 jam, yang mana terekspos pembelajaran dan latihan.
"Lewat puasa sebulan penuh, berdasarkan plastisitas, neurogenesis, dan fungsional kompensasi, jaringan otak diperbarui. Terbentuk rute jaringan baru di otak, yang berarti terbentuk pribadi atau manusia baru secara biologis, psikologis dan fungsional," kata dia.
Taruna mengatakan, secara fisik, puasa mengurangi potensi stoke dan jantung koroner serta menjadikan manusia dengan pikiran lebih baik.
"Dengan demikian fungsi dan manfaat puasa bagi kesehatan pada umumnya, dan fungsional otak pada khususnya, sangat besar. Sehingga dengan manfaat di atas," kata Taruna. (ase)
