Anggaran Dipangkas, Proyek Jalan Nasional Terancam Molor

Pembangunan jalan tol
Sumber :
  • Antara/ Indrianto Eko Suwarso

VoxPop.co.id – Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sepakat dipangkas sebesar Rp8,4 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Dengan adanya pemangkasan anggaran itu, sejumlah proyek pembangunan jalan dinilai akan terganggu.

img_title Sri Mulyani Kasih Sinyal Efisiensi Anggaran Lanjut di APBN 2026

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto W. Husaini mengakui, pemangkasan anggaran kementerian akan memengaruhi kinerja institusi yang ada di bawahnya. Terlebih, dari total pemangkasan anggaran itu lebih dari 50 persennya berasal dari rencana pembangunan jalan.  

"Bina Marga kan kena Rp5 triliun, memang paling banyak. Dari Rp8 triliun untuk seluruh (Direktorat Jenderal) Kementerian PUPR, paling banyak kita," ungkap Hediyanto di Kompleks Kementerian PUPR, Jakarta, Senin 11 Juli 2016. 

img_title KY Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran dari Pemerintah: Sejumlah Laporan Potensi Mandek

Ia menjelaskan, proyek yang terkena imbas akibat pemotongan anggaran adalah proyek-proyek jalan nasional tahun jamak, alias proyek multiyears. Menurutnya, target penyelesaian pembangunan bisa molor hingga lebih dari satu tahun. 

"Seperti di Kalimantan misalnya, yang mestinya selesai dua tahun, bisa tertunda menjadi tiga tahun. Kalau Sumatera memang tidak terlalu banyak, yang paling banyak itu di Papua. Karena, uangnya memang tidak banyak," katanya. 

img_title Dewan Pers Efisiensi Anggaran Rp19,8 Miliar, Uji Kompetensi Wartawan Terganggu

Di samping itu, ia berharap, pemerintah dapat memaksimalkan kebijakan Pengampunan Pajak, atau Tax Amnesty untuk menambah pemasukan negara. Melalui Tax Amnesty, ia yakin pendapatan negara akan bertambah, sehingga akan berdampak kepada percepatan pembangunan.

"Kita juga harapkan dari Tax Amnesty, mudah-mudahan ada pendapatan baru untuk negara, sehingga kita bisa bangun lebih cepat," tutur dia. (asp)

Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta

Rapat Paripurna DPRD DKI Memanas, Anggota Interupsi hingga Walk Out

Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta dengan agenda penyampaian dan penandatanganan Ranperda tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 berlangsung panas hingga walk out.

img_title
VoxPop.co.id
12 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut