Ini Gambaran Indahnya Hidup Tanpa Utang
Kamis, 4 Agustus 2016 - 08:07 WIB
Sumber :
- pixabay
2. Anda dapat pensiun selagi muda
Walaupun Anda ditawari banyak rencana keuangan untuk pensiun dini, pensiun selagi mudah jauh lebih menyenangkan. Apa itu pensiun? Pensiun bukanlah waktu bebas yang Anda miliki untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan kecenderungan Anda.
Baca Juga
Umumnya yang pensiun adalah orang yang sudah uzur. Tetapi dalam keadaan fisik sudah lemah, tidak banyak yang dapat diperbuat. Berbeda dengan keadaan masih muda, cita-cita tinggi dan mulia dapat diraih, ambisi dapat dicapai, berkarya dalam hal-hal yang disukai. Bebas pergi ke manapun yang diinginkan.
Tentu saja jauh berbeda Anda pensiun di umur 60 tahun dengan Anda pensiun sekarang selagi fisik masih kuat, pikiran masih kuat. Lupakan mitos ‘usia produktif’. Itu adalah mitos yang diciptakan oleh industri untuk mengambil waktu hidup Anda yang paling berharga untuk kepentingan mereka dengan mengganti untuk Anda sebatas upah minimum.
3. Memiliki tabungan sungguhan
Tidak memiliki utang bukan hanya memudahkan Anda untuk pensiun, tetapi juga membuat Anda dapat menabung. Alih-alih dibelikan barang-barang sebatas memenuhi keinginan, uang itu dapat Anda tabung. Tabungan sungguhan dengan nilai di atas puluhan juta rupiah.
Uang ini dapat digunakan untuk dana darurat, perbaikan rumah, investasi, atau bepergian mengunjungi saudara. Semua itu dapat Anda lakukan tanpa bergantung kepada kartu kredit.
4. Anda Menjadi Lebih Bijaksana dalam Pengeluaran
‘Semakin banyak berutang semakin boros, semakin tidak punya utang semakin hemat.’ Kebenaran ucapan ini dapat Anda buktikan. Ibarat orang berkata ‘terlanjur basah mandi sekali', terlanjur menjadi penghutang ya sudah berhutang sekali, hidup dengan mencicil tagihan-tagihan seumur hidup dan memuaskan segala keinginan dengan dibiayai oleh kredit.
Berbeda dengan orang yang tidak punya utang. Senantiasa menjaga agar diri jangan sampai tergiur oleh tawaran semanis apapun. Mampu membedakan dengan baik kebutuhan dan keinginan.
Berhitung dengan cermat sebelum mengeluarkan uang. Menilai manfaat di balik sebuah pembelian. Bijaksana dalam pengeluaran.
Baca juga: Sudah Siapkah Anda Membeli Rumah?
Halaman Selanjutnya
