Gini Ratio di Atas Rata-rata Nasional, Ini Penyebabnya

bandara sultan hasanuddin makassar
Sumber :
  • www.makassarkota.go.id

VoxPop.co.id – Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas menyebutkan, tujuh penyebab provinsi Indonesia dengan koefisien ketimpangan pengeluaran dan pendapatan masyarakat (gini ratio) di atas rata-rata nasional (0,39) salah satu pengaruhnya adalah dari karakteristik daerah.

img_title Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin di Indonesia Turun Tipis Sekali

"Tujuh provinsi yang cukup tinggi dengan kisaran 0,4 sekian, sebenarnya itu adalah dipengaruhi oleh karakteristik dinamis dari provinsi, atau kota, dalam hal ini metropolitan," kata Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Kementerian PPN/Bappenas Bambang Prijambodo kepada voxpop.id, ditulis Senin 22 Agustus 2016.

Provinsi dengan gini ratio tertinggi years on years (YoY) Maret 2016, dengan Maret  2015, adalah Sulawesi Selatan. Data terakhir Maret 2016, menunjukkan angka 0,42, dari 0,40 di Maret 2015. Posisi kedua, DI Yogyakarta dengan angka bertahan sebesar 0,42.

img_title Jurang Ketimpangan Si Kaya dan Miskin Melebar Dipicu Kualitas Penciptaan Lapangan Kerja

Kemudian, Gorontalo dengan tingkat gini ratio 0,41 dari 0,40. Keempat, Jawa Barat dengan dengan penurunan dari 0,42 menjadi 0,41. Posisi kelima ditempati DKI Jakarta, dengan rasio yang juga turun dari 0,42 menjadi 0,41.

Lalu, Sulawesi Utara yang gini rationya naik dari 0,381 menjadi 0,40. Disusul Jawa Timur dengan angka yang sama 0,40 yang sebelumnya 0,40.

img_title Jurang Ketimpangan Orang Kaya dan Miskin di RI Makin Lebar

Menurutnya tujuh provinsi tersebut, meliputi kota Metropolitan dengan kecenderungan dinamika perekonomiannya sangat cepat, khususnya dari peningkatan pendapatan kelompok masyarakat menengah ke atas. "Ini merupakan katakteristiknya," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk menurunkan gini rationya dipengaruhi oleh kebijakan yang diterapkan otoritas masing-masing pemerintah daerah, selain dari pemerintah pusat.

"Penyeimbangnya, seberapa besar itu dapat diturunkan, tergantung pada kebijakan ekonomi yang ada di daerah tersebut, dan kebijakan pemerintah pusat. Kami akan bersinergi," tutur Bambang. (asp)

Buka Lapangan Kerja Besar-besaran, Prabowo Janjikan Angka Kemiskinan Turun di 2027

Prabowo menargetkan, proporsi lapangan kerja formal naik menjadi 40,81 persen di tahun 2027, dari sebelumnya 35,00 persen di tahun 2026 atau naik sekitar 5,81 persen.

img_title
VoxPop.co.id
20 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut