Detik-detik Terakhir Puing Roket Falcon 9 Jatuh di Sumenep
- ekliptika.wordpress.com/Ma'rufin Sudibyo
1. Pada titik X itu, roket bekas melaju secepat 7,85 km/detik atau 28.200 km/jam.
2. Dari titik X, roket bekas itu mengalami penurunan ketinggian secara drastis. Pada jarak 750 km barat daya Sumenep, ketinggian menyentuh 80 km.
3. Roket bekas menjadi sangat diperlambat, puncak pelambatan melampaui 20 kali percepatan gravitasi standar. Roket mulai terpecah belah dan menghancur di ketinggian ini.
4. Tekanan dan suhu yang sangat tinggi membuat molekul terionisasi, Maka memancarkan cahaya khas. Suhu sangat tinggi membuat sebagian besar pecahan, khususnya logam, meleleh dan menguap.
5. Sisa-sisa roket bekas itu mulai masuk ruang udara di atas daratan Pulau Jawa pukul 09:23:05 WIB atau hampir 1,5 jam usai melewati titik X. Pada momen ini sisa roket bekas ada di ketinggian 35 km di atas kompleks gunung berapi purba Pantai Wediombo, ujung tenggara Kabupaten Gunung Kidul.
6. Tiga belas detik kemudian, sisa roket bekas sudah melesat di atas Provinsi Jawa Timur, di atas Kota Ponorogo pada ketinggian 28 km. Sisa roket makin menurun.
7. Dua puluh satu detik kemudian, sisa roket sudah sampai di atas kota Kediri bagian utara, ketinggian berkurang jadi 21 km.
8. Setengah menit kemudian, sisa roket sudah di atas Kota Sidoarjo, di ketinggian 4 km.
9. Hembusan angin dari samping sisa roket meniup sampah antariksa ini lebih ke timur dari proyeksi lintasan sebelumnya, yaitu pesisir Prenduan, Sumenep. Tapi karena dorongan angin itu,lintasannya mengarah ke Giliraja.
10. Dari perspektif aerodinamika, fragmen terbesar dari sisa roket jatuh di Pulau Giliraja, fragmen kecil dan lebih ringan terdorong jauh ke timur laut hingga 250 km.
![]()
Ilustrasi titik X puing roket Falcon 9 saat di Pulau Natal Australia (ekliptika.wordpress.com)
