Manusia Pernah Berekor tapi Punah

Embrio manusia berumur 5 pekan dengan ekor daging
Sumber :
  • www.livescience.com

VoxPop.co.id – Peneliti University of Pennsylvania, Amerika Serikat mengumumkan temuan yang cukup mengejutkan. Peneliti mengatakan di masa lalu, nenek moyang manusia punya ekor, namun akibat evolusi ekor tersebut tak tumbuh berkembang seperti pada monyet atau ikan modern.

img_title 1.000 Tahun Lagi Wujud Manusia Akan Kaya Gini

Nenek moyang punya dua ekor dan semuanya hilang pada manusia modern saat ini. Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, peneliti menguraikannya melalui penelitian terhadap sisa fosil ikan yang berenang di lautan pada 350 juta tahun lalu. 

Dikutip dari Daily Mail, Rabu 8 Desember 2016, sisa fosil ikan kuno tersebut memberikan wawasan evolusi manusia dan asal-usul ekornya. 

img_title Dokter Indonesia Dapat Kesempatan Berkarier di Korea

Peneliti mengatakan, jejak ekor yang punah bisa ditelusuri dari evolusi ekor pada makhluk bertulang belakang. Dalam studinya, ilmuwan menemukan jejak ekor pada ikan kuno yang dinamakan Aetheretmon. 

Saat fosil itu dipelajari detail, terungkap pada tahap awal hewan purba itu efektif dengan dua ekor, satu ekor berdaging yang lebih rendah, satu ekor lagi yakni tulang ekor menonjol ke atas. 

img_title Geger Penemuan Tengkorak Kuno Jenis Spesies Manusia Baru

Saat ikan ini tumbuh matang, ekor atas tumbuh kaku dan pendek, sedangkan ekor bawah lebih fleksibel. 

Namun kemudian dari perkembangan waktu, ikan kuno itu kehilangan salah satu ekor karena mengalami jalan evolusi. 

Pada ikan modern, tulang ekor sebagian besar telah hilang, sedangkan ekor fleksibel masih bertahan. Ekor pada ikan modern yang bertahan itu kini berupa sirip, yang fleksibel untuk bergerak di lingkungan air. 

Peneliti mengatakan, evolusi ekor manusia tak jauh dengan perkembangan dua ekor yang terjadi pada ikan kuno tersebut. 

Dikutip dari Live Science, kera dewasa termasuk nenek moyang manusia, termasuk yang kehilangan ekor setelah ikan kuno. 

"Tulang ekor pada manusia hilang karena untuk gerakan tegak yang lebih baik," tutur peneliti Departemen Ilmu Bumi dan Lingkungan University of Pennsylvania, Lauren Sallan. 

Sallan menjelaskan, seperti pada evolusi ikan, embrio tulang ekor hilang di bawah punggung bawah. Ekor ini terhambat oleh hilangnya sinyal molekul lain yang menyebabkan embrio itu tumbuh seperti lengan atau kaki. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut