Kata Para Pemain Bintangi Resident Evil: The Final Chapter

Resident Evil: The Final Chapter
Sumber :
  • Screen Gems

VoxPop.co.id – Berawal dari ketertarikannya pada permainan video game, penulis, sutradara juga produser Paul W.S Anderson menciptakan film franchise yang diangkat dari permainan video yang akhirnya sangat sukses di seluruh dunia, Resident Evil.

img_title Sinopsis Resident Evil The Final Chapter, Perang Terakhir Alice

"Mengingat lagi tahun 2002, saya kembali ke Inggris dan membuat sejumlah film kecil, dan Paul ada di rumahnya di Pantai Venice memainkan permainan video itu selama satu bulan. Dan secara tiba-tiba dia mengatakan 'aku memainkan permainan Resident Evil dan kita harus dapat hak cipta filmnya,'" ujar Jeremy Bolt yang telah bekerja untuk Paul selama 25 tahun, dalam rilis yang diterima VoxPop.co.id.

Lima film franchise Resident Evil meraup untung besar di seluruh dunia dan menjadi nomor satu box office. Banyak orang yang terlibat di dalamnya memberikan komentar atas keberhasilan film bergenre laga, ilmiah fiksi ini. Seperti Milla Jovovich yang berperan sebagai Alice, hingga sang produser, Jeremy Bolt.

img_title Resident Evil: The Final Chapter, Aksi Akhir Tak Terduga

"Saya rasa perpaduan gaya, laga dan horor. Ini bukan film horor murni dan bukan film zombie kuno. Ini memiliki elemen fantasi, fiksi ilmiah. Saya rasa Paul memperkenalkan karakter Alice, membuatnya berbeda dengan yang ada dalam permainan video, jadi ketika kamu melihat salah satu dari film ini, kamu tidak hanya menjadi penggemar dari permainan ini, tapi juga dapat sesuatu yang lebih dari karakter Alice," kata Jeremy.

Sedangkan Milla yang berperan sebagai Alice menilai kesuksesan film yang dibintanginya karena penonton bisa merasakan kesenangan dan energi serta antusiasme para pemain saat mereka sedang melakukan pengambilan gambar.

img_title Prediksi Chelsea Vs AC Milan: Duel Perdana Xabi Alonso di GBK, The Blues Diunggulkan Tipis

"Aku ingin percaya bahwa respon orang itu jujur, menyenangkan dan penuh semangat. Saat memulai kami tidak menyangka film ini akan berkelanjutan, kami melakukannya (menjadikan film) karena kami menyukai permainan videonya."

Milla juga mengatakan, setiap film menjadi pekerjaan yang menyenangkan dan dicintai. Dia bahkan merasakan pengalaman yang lebih dan lebih gila dalam dunia fiksi ilmiah ini. "Setiap orang yang terlibat memiliki waktu menyenangkan saat melakukannya. Saya rasa penonton bisa merasakan antusiasme itu dan semangat kami."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut