Cara Pemerintah Pastikan Harga Daging Murah Saat Ramadan

Ilustrasi daging sapi
Sumber :
  • Pixabay/melomary22

VoxPop.co.id – Persediaan daging sapi hingga Ramadan, diperkirakan mencapai sekitar 40 ribu ton. Sementara itu, kebutuhan daging pada momen itu diperkirakan mencapai 30 ribu ton. 

img_title Paviliun Indonesia Raih 14 Kontrak Ekspor Senilai Rp 54,5 Miliar di Food and Hospitality Asia 2026

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, menyepakati akan menambah persediaan daging dengan mengimpor daging beku untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan saat Ramadan.

"Kita kan, harus antisipasi harga bergejolak. Lebih baik kita antisipasi dari awal," ujar Amran di kantornya, Jakarta, Senin 27 Maret 2017.

img_title Kemendag Gandeng Tokopedia-TikTok Shop Latih Perempuan Pelaku Usaha Lindung Kekayaan Intelektual

Terkait asal negara, pihaknya masih memperhitungkan harga tawar dari beberapa negara. Beberapa negara eksportir daging yang direkomendasikan adalah Meksiko, Spanyol, New Zealand, dan India. 

"Tujuannyam kita datangkan dari beberapa negara adalah untuk menekan harga. Agar, konsumen menikmati harga yang murah," ucapnya. 

img_title Harga CPO Melonjak Imbas Kondisi Geopolitik dan Tingginya Permintaan

Ia mengklaim dengan ketersediaan sekitar 40 ribu ton dan ditambah 50 ribu ton daging impor, maka pasokannya akan aman untuk masyarakat. Selain itu, harga jualnya bisa ditekan tidak lebih dari Rp80 ribu per kilogram daging sapi. 

Sebagai informasi, pemerintah telah mematok harga daging sapi beku (impor) sekitar Rp75-80 ribu per kg dan daging kerbau sekitar Rp65 ribu per kg. 

Lebih lanjut, dia mengatakan, impor ini dilakukan juga untuk mendorong realisasi penerbitan izin impor yang telah masuk pada tahun sebelumnya. 

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan menyebutkan pada tahun lalu sudah ada 190 ribu izin impor daging, baik sapi maupun kerbau yang dikeluarkan. Namun, baru ada 46 rbu daging yang terealisasi masuk ke dalam negeri. 

"Banyak banget kurangnya, baru sekitar 25 persen yang terealisasi. Kalau enggak direalisasi, ya ada sanksi, ada aturannya. Bisa jadi, dicabut izin impornya. Tetapi, terlebih dahulu mereka melaporkan," ungkapnya. (asp)

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti

Optimalkan Perjanjian Dagang, Kemendag dan Kadin Perkuat Sinergi Dongkrak Pasar Ekspor

Kementerian Perdagangan bersama Kadin Indonesia terus memperkuat sinergi, guna mengoptimalkan pemanfaatan berbagai perjanjian dagang yang telah berlaku saat ini.

img_title
VoxPop.co.id
8 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut