BI Jamin Rupiah Eksis di Perbatasan RI

Uang Rupiah Baru.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Moh Nadlir

VoxPop.co.id – Bank Indonesia terus melakukan berbagai cara dalam meningkatkan kewajiban penggunaan rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dilakukan, demi menegakkan kedaulatan rupiah di negeri sendiri, serta dalam rangka mendukung clean money policy.

img_title Rupiah Berbalik Melemah ke Rp18.075 per Dolar AS, Sikap Baru The Fed Bikin Arah Pasar Sulit Ditebak

Dalam peresmian pilot project layanan kas menjangkau kecamatan dan desa, atau BI Jangkau, bank sentral pun memastikan bahwa Pos Lintas Batas Negara Mota’ain, Atambua, Nusa Tenggara Timur dilengkapi dengan dua mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan layanan penukaran mata uang asing.

“Kami ingin menunjukkan rupiah bisa berdaulat di negara sendiri. Kami ingin menunjukkan pada dunia luar, bahwa Indonesia eksis, karena adanya rupiah di daerah perbatasan,” kata Deputi Gubernur BI Sugeng, Senin 17 Juli 2017.

img_title Rupiah Melemah, Menkes Sebut Harga Obat Bakal Naik Bertahap

Belajar dari pengalaman, bank sentral menegaskan tak ingin lagi kehilangan kepulauan di Indonesia, hanya karena tidak beredarnya mata uang Garuda. Sejarah itu pun menjadi komitmen BI, dalam meningkatkan kewajiban penggunaan rupiah di daerah perbatasan di seluruh Indonesia.

“BI wajib untuk menegakkan upaya tersebut hingga ke titik terdepan. Sehingga, tidak ada lagi, transaksi dengan mata uang asing di wilayah NKRI. Rupiah harus berdaulat,” katanya.

img_title Mulai 1 Juli, BI Pangkas Batas Beli Dolar Tanpa Dokumen Jadi US$10.000, Ini Alasan dan Dampaknya

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suahedi menambahkan, bank sentral bersama para pemangku kepentingan terkait pun akan menyediakan ATM maupun money changer di seluruh titik terdepan Indonesia, sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011.

“Kami akan lakukan secara bertahap pada yang lainnya, yang nanti akan diresmikan Presiden Joko Widodo dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Dengan fasilitas ATM dan money changer, maka para pelintas batas dan pelancong bisa menurkarkan mata uangnya ke rupiah,” katanya. (asp)

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.300 per Dolar AS Pekan Depan, Pengamat Ungkap Penyebabnya

mulai dari PMI manufaktur, cadangan devisa, hingga Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), yang dinilai berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut