2-8-1990: Irak Serang Kuwait

Pasukan Militer Irak.
Sumber :
  • REUTERS/Alaa Al-Marjani

Selama enam minggu ke depan, pasukan sekutu terlibat dalam perang udara intensif melawan infrastruktur militer dan sipil Irak dan mendapat sedikit perlawanan efektif dari angkatan udara atau pertahanan udara Irak. Pasukan darat Irak tidak berdaya selama tahap perang ini. Saddam Hussein lalu memunculkan serangan rudal SCUD terhadap Israel dan Arab Saudi. Saddam berharap bahwa serangan rudal tersebut akan memancing Israel untuk memasuki konflik, sehingga membubarkan dukungan Arab terhadap perang tersebut. Upayanya gagal, atas permintaan Amerika Serikat, bagaimanapun, Israel tetap berada di luar perang.

img_title Kuwait Hukum Mati Pasangan Pembunuh PRT Filipina

Pada tanggal 24 Februari, sebuah serangan besar koalisi dimulai.  Angkatan bersenjata Irak yang ketinggalan jaman dan buruk memasok senjata dengan cepat kewalahan. Pada akhir hari, tentara Irak telah berhasil dilumpuhkan. Sekitar 10.000 tentaranya ditahan, dan sebuah pangkalan udara AS didirikan jauh di dalam Irak. Kurang dari empat hari, Kuwait dibebaskan, dan sebagian besar angkatan bersenjata Irak menyerah, mundur ke Irak, atau hancur.

Pada 28 Februari, Presiden A.S. George Bush mengumumkan sebuah gencatan senjata, dan pada 3 April Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 687, menentukan kondisi untuk berakhirnya konflik formal. Menurut resolusi tersebut, gencatan senjata Bush akan resmi, beberapa sanksi akan dicabut, namun pelarangan penjualan minyak Irak akan berlanjut sampai Irak menghancurkan senjata pemusnah massal di bawah pengawasan PBB.

img_title Tak Terima Anak Kalah Lomba, Bapak Pukuli Lawannya

Pada 6 April, Irak menerima resolusi tersebut, dan pada 11 April Dewan Keamanan mengumumkannya. Selama dekade berikutnya, Saddam Hussein sering melanggar persyaratan perjanjian damai, yang mendorong serangan udara sekutu dan terus melanjutkan sanksi PBB.

Dalam Perang Teluk Persia, 148 tentara Amerika terbunuh dan 457 lainnya cedera. Negara-negara sekutu lainnya menderita sekitar 100 kematian yang digabungkan selama Operasi Badai Gurun. Tidak ada angka resmi untuk jumlah korban Irak, namun diyakini bahwa setidaknya 25.000 tentara terbunuh dan lebih dari 75.000 lainnya cedera. Perang ini menjadi salah satu konflik militer paling berat sebelah dalam sejarah.

img_title Kemlu RI: Tak Ada Korban Tewas WNI dalam Gempa di Iran-Irak

Diperkirakan 100.000 warga sipil Irak meninggal karena luka atau kekurangan pasokan air, makanan, dan obat-obatan yang secara langsung terkait dengan Perang Teluk Persia. Pada tahun-tahun berikutnya, lebih dari satu juta warga sipil Irak akhirnya meninggal akibat sanksi PBB berikutnya.

Mayor Aziz Nasser menjadi figur populer di media sosial di Irak. - BBC

Beratnya Jadi Polisi di Irak, dari Lerai Cekcok Hingga Bantu Cuti

Mayor Abdel Azez Nasser, coba perbaiki reputasi polisi Irak.

img_title
VoxPop.co.id
9 Februari 2020
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut