Perusahaan Kini Semakin Banyak Rekrut Karyawan Magang

Magang
Sumber :

VoxPop.co.id – Beberapa tahun belakangan, praktik perekrutan karyawan magang semakin umum dan banyak dilakukan oleh berbagai perusahaan. Bukan hanya startup atau perusahaan rintisan, banyak pula perusahaan besar atau korporasi yang mulai membuka lowongan untuk karyawan magang dengan latar belakang mahasiswa ataupun fresh graduate.
 
Jobplanet melakukan riset mengenai tren perekrutan karyawan magang oleh perusahaan. Riset dilakukan dengan menganalisis informasi lowongan kerja magang yang ditampilkan di situs Jobplanet.com selama periode April 2016 hingga Juni 2017. Hasilnya jumlah lowongan kerja magang di situs ini terus bertumbuh di setiap kuartal. 

img_title Pemerintah Siapkan Rp 4,2 Triliun untuk Magang Nasional 2026

Dikutip dari hasil riset tersebut, Sabtu 2 September 2017, jumlah lowongan kerja magang antara periode kuartal III 2016 hingga kuartal IV 2016 bertumbuh sebesar 89,5 Persen.  Sementara pertumbuhan antara periode kuartal IV-2016 hingga kuartal I-2017 adalah sebesar 191,7 persen dan pertumbuhan antara periode kuartal I-2017 hingga kuartal II-2017 adalah 22,9 persen.

Sebagai informasi, total jumlah lowongan kerja yang ditampilkan di situs Jobplanet selama kuartal I2016 hingga kuartal II-2017 adalah sekitar 71 ribu. Lowongan-lowongan kerja tersebut berasal dari berbagai perusahaan untuk berbagai bidang kerja, posisi, serta level pekerjaan; termasuk di dalamnya adalah posisi magang.
 
“Meski begitu, jika dibandingkan dengan keseluruhan lowongan kerja yang ada di situs Jobplanet, jumlah lowongan kerja magang dapat dikatakan masih amat kecil atau hanya sebesar 0,4 persen dari keseluruhan informasi lowongan kerja yang ada di Jobplanet.com,” ungkap Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia, Kemas Antonius. 

img_title Siap-siap! Program Magang Nasional Buka Lagi Juli 2026, Bidik 50 Ribu Peserta

Berdasarkan riset tersebut, ada lima industri yang paling banyak membuka lowongan kerja bagi karyawan magang. Yaitu, industri teknologi informasi dan komunikasi atau TIK (29,10%), industri manufaktur (15,92%), dan industri ritel dan distribusi (13,29%). Kemudian, industri perbankan dan keuangan (10,73%) dan industri pelayanan (10,14%)

Sementara itu ada enam posisi pekerjaan yang banyak ditawarkan karyawan magang. Yaitu, administrasi (16,14%), manajemen sumber daya manusia dan perekrutan (11,07%). Kemudian keuangan dan akuntansi (9,81%)k di pemasaran (7,91%) dan desain grafis (5,70%). 

img_title Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Tanya Ijazah, Kompetensi dan Sertifikasi Jadi Kunci Dapat Kerja

Dari sisi perusahaan, merekrut karyawan magang memiliki risiko investasi yang lebih kecil, tapi diikuti dengan tanggung jawab moral yang lebih besar. Terutama dalam melatih, mengasah keterampilan, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia kerja profesional.
 
“Tak bisa dipungkiri, karyawan magang yang merupakan mahasiswa ataupun fresh graduate dapat membawa angin segar serta ide-ide kreatif yang diperlukan oleh perusahaan. Mereka mewakili generasi muda yang juga menjadi target pelanggan, konsumen, atau pengguna produk perusahaan. Ide-ide, pemikiran, serta sudut pandang mereka akan memberikan insight yang bermanfaat bagi perusahaan,” tambahnya. 

Acara FMB9

Program Magang Nasional Tak Lagi Berpusat di Jawa, Kesempatan Dibuka untuk Seluruh Indonesia

Perluasan program ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri.

img_title
VoxPop.co.id
24 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut