BPS: Deflasi Agustus Bukan Indikasi Turunnya Daya Beli

Kantor BPS
Sumber :
  • Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis

VoxPop.co.id – Badan Pusat Statistik menyampaikan, meski sepanjang Agustus 2017 tercatat deflasi sebesar 0,07 persen, bukan lantas menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat. Hal itu diyakini merupakan bagian dari perbaikan harga bahan makanan yang diatur oleh pemerintah.

img_title Rupiah Balik Melemah ke Rp 18.013 usai Rilis soal Ekspansi PMI Manufaktur dan Deflasi Juli 2026

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan, berdasarkan data di kuartal II 2017, daya beli masyarakat masih menunjukkan perbaikan. Ia mengklaim hal itu masih terjadi pada saat ini.

"Daya beli masih kuat saya bilang, jadi deflasi ini saya lihat bukan karena penurunan daya beli. Kalau saya bilang dari hasil rilis pertumbuhan ekonomi kita, konsumsi rumah tangga masih kuat, tumbuh 4,95 persen di data kuartal II 2017, berarti April sampai dengan Juni," kata Suhariyanto di kantornya, Senin 4 September 2017.

img_title Didorong Makanan, Minuman dan Tembakau, BPS Catat Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026

Ia mengatakan, pola deflasi pada tahun ini cenderung hampir sama dengan pola deflasi pada 2015. Di mana setelah periode Lebaran kenaikan harga cukup tinggi, kemudian mulai menurun pada saat ini.

"Kalau saya lebih melihatnya seperti pattern 2015, habis Lebaran biasanya harganya naik tinggi kemudian turun, kemudian terjadi deflasi," kata dia.

img_title Inflasi Tahunan Juli 2026 Diperkirakan Melandai ke 3,08 Persen, Simak Indikatornya

Lalu, Ia menyatakan, deflasi yang terjadi pada Agustus memperlihatkan adanya upaya pemerintah untuk mengendalikan bahan makanan yang menjadi faktor utama penyebab deflasi.

"Karena bobot bahan makanan terhadap inflasi lumayan tinggi. Saya berharap akan terkendali hingga akhir tahun. Tapi, harus agak hati-hati di Desember. Kita yakin lah ini akan tercapai," ujar dia.

Pasar tradisional Kota Bandung

Jabar Deflasi 0,05 Persen, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Turun

Turunnya harga komoditas bahan pokok mendorong terjadinya deflasi di Jawa Barat secara month-to-month (m-to-m) pada Juli 2026 sebesar 0,05 persen. Harga bahan pokok turun

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut