Bukti Booming E-Commerce Bukan Penyebab Utama Tutupnya Mal

Pusat Batik Nusantara, di Thamrin City
Sumber :
  • http://www.dansapar.com

VoxPop – Perlambatan daya beli masyarakat dan peralihan pola belanja dari offline menjadi online telah membuat sejumlah gerai ritel tutup. Namun, fenomena ini ditegaskan tidak terjadi pada semua pelaku usaha ritel. 

img_title Mengenal Boomerang Employee, Fenomena Rekrut Eks Karyawan yang Kini Populer

Di pusat-pusat perbelanjaan yang dikelola Trade Mall (TM) Agung Podomoro Group misalnya, fenomena itu terbukti tidak terjadi. Bahkan, khusus tenant makanan dan minuman dapat meningkat dan bersinergi dengan penyedia layanan aplikasi pemesanan makanan secara online. 

Vice President Corporate Marketing Trade Mall Agung Podomoro, Ho Mely Suryani mengatakan, angka kunjungan ke Trade Mall Agung Podomoro Group tetap tinggi saat ini, yaitu 50-60 ribu orang per hari. 

img_title Misi Pemerintah Lewat Transformasi Digital Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2% di 2024

"Ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat untuk berbelanja offline masih tinggi," kata Mely dikutip dari keterangannya, Jumat 9 November 2017. 

Mayoritas pengunjung ke Trade Mall Agung Podomoro Group, Mely menjelaskan, adalah ibu-ibu. Ciri khas belanja kelompok ini adalah melihat barang secara langsung. Hal itu jelas memberikan keuntungan tersendiri. 

img_title Aprindo Sebut Industri Ritel Pulih Kalau Pandemi Sudah Jadi Endemi

"Ibu-ibu itu kalau belanja inginnya melihat, atau mencoba barang secara langsung. Ini perbedaan paling mendasar dibandingkan dengan belanja online," ujar Mely. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, daya beli masyarakat Indonesia selama periode triwulan I-III 2017 melambat. Hal ini tercermin, dari tingkat pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada periode tersebut yang melambat menjadi 4,93 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,94 persen. 

Situasi ini ditambah lagi dengan pergeseran pola belanja masyarakat dari offline menjadi online, seiring perubahan teknologi dan peningkatan penetrasi internet di Indonesia. Sementara itu, Asosiasi e-Commerce Indonesia menyebutkan, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan e-Commerce tertinggi di dunia. 

Data Sensus Ekonomi BPS 2016 mencatat, industri e-Commerce Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir tumbuh sekitar 17 persen dengan jumlah e-Commerce lebih dari 26,2 juta unit.

Saat ini, TM Agung Podomoro Group mengelola sembilan pusat perbelanjaan di Jakarta dan Balikpapan, yaitu TM Blok M Square, TM Mangga Dua Square, TM Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok, TM Harco Glodok, TM Kenari Mas, TM Thamrin City, TM Seasons City, TM Blok B Tanah Abang, dan TM Plaza Balikpapan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut