Indonesia Jadi Bukti Persatuan dalam Keragaman
- VoxPop/M Ali Wafa
VoxPop – Kebudayaan adalah salah satu ranah yang diberi perhatian cukup besar dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut Jokowi, merawat dan menjaga kearifan lokal budaya Indonesia saat ini sangatlah penting, karena intervensi peradaban Barat dan kebudayaan negara lain sudah sangat mendesak.
Bicara kebudayaan, saat ini yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan di Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia adalah Hilmar Farid. Jika biasanya jabatan dirjen berasal dari tataran pegawai kementerian, berbeda dengan Hilmar. Ia adalah orang pertama dari tataran nonpegawai kementerian yang dilantik sebagai dirjen.
Pria berusia 49 tahun yang lahir di Bonn, Jerman ini sebelumnya dikenal sebagai sejarawan, aktivis dan pengajar. Lulusan Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia ini adalah putra dari Agus Setiadi, seorang penerjemah buku cerita anak.
Hilmar yang juga pernah menerbitkan buku berjudul Kisah Tiga Patung ini merupakan orang di balik digaungkannya kembali lagu Indonesia Raya Tiga Stanza sejak tahun lalu. Tak hanya itu, banyak yang telah ia lakukan selama menjadi Dirjen Kebudayaan sejak 31 Desember 2015.
Baru-baru ini VoxPop berkesempatan berbincang dengan Hilmar mengenai kebudayaan dan isu-isu terkait, termasuk dalam hal perkembangan dan perlindungannya. Berikut petikan wawancara dengan Hilmar Farid.
Bagaimana peran kebudayaan dalam membangun dan memajukan bangsa Indonesia?
Kebudayaan tuh sering kalau saya menyebutnya itu mestinya ditempatkan di dunia pembangunan. Maksudnya apa? Maksudnya banyak kegiatan membangun negeri ini berpantau dari pertimbangan-pertimbangan ekonomi, pertimbangan politik, pertimbangan sosial. Kita mau bangun jembatan, kita membangun jalan raya karena berharap itu akan memicu kegiatan ekonomi. Jadi itu pertimbangan-pertimbangan yang kita gunakan.
Nah, satu pertimbangan yang sangat penting di dalam kita merencanakan pembangunan atau memajukan ini adalah kebudayaan. Apa maksudnya kira-kira? Saya coba kasih contoh ya, jalanan, koneksi. Kita bikin jalan raya menghubungkan satu tempat ke tempat yang lain. Kita berharap akan ada arus barang, jasa, pergerakan orang terjadi. Nah, pertanyaannya adalah, apakah memang selalu pembangunan yang secara fisik dilakukan dengan sendirinya akan membangun hubungan-hubungan itu?
