Mau Lolos Traning Kerja, Coba Manfaatkan Hal Ini
- reuters
VoxPop – Masa percobaan pasti akan dirasakan ketika pertama kali diterima bekerja di suatu perusahaan. Pada masa ini, kredibilitas dan integritas Anda saat bekerja akan diuji.
Jika hasilnya memuaskan, bukan tak mungkin kontrak kerja Anda diperpanjang. Masa uji coba yang ditentukan setiap perusahaan berbeda satu sama lain.
Namun, pada umumnya kontrak kerja diberikan dalam jangka waktu tiga bulan. Setelah itu, pihak perusahaan berhak menentukan apakah Anda diangkat sebagai karyawan atau tidak.
Adapun agar Anda lolos dengan baik saat masa training bisa lihat tips berikut ini, seperti dikutip dari Cermati.com, Jumat 1 Desember 2017.
1. Taklukan tantangan di masa training
Training bukanlah masa yang bisa dipandang sebelah mata karena masa training akan menentukan status pekerjaan di masa mendatang. Selama masa training, Anda juga akan menemukan adanya perbedaan diri Anda dengan karyawan lainnya. Perbedaan tersebut misalnya gaji dan seragam yang beda dengan karyawan lainnya.
2. Sigap dalam bekerja
Masa percobaan merupakan masa yang sedikit sulit karena setiap gerak-gerik akan diperhatikan, baik oleh rekan kerja maupun manajer. Meskipun berstatus training, bukan berarti pekerjaan yang diberikan ringan-ringan semua.
Ada kalanya manajer akan memberikan pekerjaan yang sulit untuk mengetahui tingkat kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Jika seringkali diberikan pekerjaan berat, bukan berarti seterusnya harus mengatasi pekerjaan berat. Malah sebaliknya, tergantung kebijakan dan kemauan si manajer.
Selama jam kerja, sigaplah dalam bekerja. Kerjakan semua tugas yang diberikan dengan cepat dan tepat. Jangan lupa pula untuk mengkaji ulang pekerjaan yang telah diselesaikan agar hasilnya lebih maksimal.
3. Membina hubungan baik dengan rekan kerja
Rekan kerja adalah partner selama bekerja. Jika Anda tidak bisa membangun hubungan yang baik, hasil pekerjaan juga tidak akan maksimal. Apalagi jika terdapat suatu masalah yang harus dipecahkan bersama tim.
Diterima atau tidaknya Anda di suatu perusahaan tidak selalu diukur dengan hasil kerjaan. Namun juga berdasarkan cara Anda membina hubungan dengan rekan kerja.
Sering pula pihak perusahaan meminta pendapat karyawan lain untuk menilai kinerja Anda selama di kantor. Masukan dari rekan kerja merupakan penilaian tinggi bagi pihak HRD dan manajer.
