Cara Kementan Tingkatkan Ketersediaan Pangan di Era New Normal

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Sumber :

VoxPop – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengaku, kementeriannya telah memiliki empat program yang digagas guna meningkatkan ketersediaan pangan di era new normal.

img_title Jabar Deflasi 0,05 Persen, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Turun

"Keempatnya yakni melalui peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, serta pengembangan pertanian modern," kata Syahrul dalam telekonferensi, Kamis 2 Juli 2020.

Syahrul pun membeberkan masing-masing program tersebut. Untuk peningkatan kapasitas produksi, Mentan akan melakukan percepatan tanam padi MT II 2020, dengan target yakni seluas 5,6 juta hektare.

img_title Harga Kebutuhan Rumah Tangga Naik? Begini 9 Tips Belanja Hemat Agar Dompet Tak Jebol

Kemudian mereka akan mengembangkan lahan rawa di Kalimantan Tengah seluas 164.598 hektare, yang terdiri dari intensifikasi lahan rawa seluas 85.456 hektare dan ekstensifikasi lahan seluas 79.142 hektare.

"Lalu ada juga perluasan areal tanam baru untuk padi, jagung, bawang merah, dan cabai di daerah-daerah defisit, serta peningkatan produksi gula, daging sapi, dan bawang putih untuk mengurangi impor," ujarnya.

img_title Harga Bahan Pokok Naik, Kelas Menengah Mulai Pangkas Pengeluaran

Kemudian untuk program kedua, yakni diversifikasi pangan lokal, Syahrul memastikan bahwa Kementan akan melakukan pengembangan diversifikasi pangan lokal berbasis kearifan lokal, yang fokus pada satu komoditas utama.

Kemudian, mereka juga akan mendorong pemanfaatan pangan lokal secara masif, seperti misalnya ubi kayu, jagung, sagu, pisang, kentang, dan sorgum. Selain itu, ada juga pemanfaatan lahan pekarangan dan marginal, melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk 3.876 kelompok

Program ketiga, lanjut Syahrul, adalah penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, seperti misalnya melalui penguatan cadangan beras pemerintah provinsi (CBPP), penguatan cadangan beras Pemerintah kabupaten/kota (CBPK), dan dorongan Menteri Pertanian kepada Menteri Dalam Negeri untuk mengakselerasi penguatan cadangan pangan pemerintah daerah.

Selain itu, ada juga pengembangan lumbung pangan masyarakat (LPM) dan LPM berbasis desa (LPMDes), serta penguatan sistem logistik pangan nasional untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. 

"Terdapat 5.328 lumbung pangan masyarakat (LPM) yang tersebar di 33 provinsi. Nah, LPM itu nantinya akan bekerja sama dengan kostraling di setiap lumbung pangan Kecamatan," ujar Syahrul.

Sementara pada program keempat, yakni pengembangan pertanian modern, adalah melalui pengembangan 'smart farming', serta pengembangan dan pemanfaatan 'screen house' untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut