Solusi Keuangan Tak Mempan Obati Resesi Ekonomi Saat Ini

Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin (tengah)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VoxPop – Berbagai negara di dunia kini mengalami krisis atau resesi ekonomi akibat pandemi virus Corona atau COVID-19. Berbagai stimulus ekonomi pun digelontorkan sambil berharap vaksin dari wabah yang masif menyebar awal tahun ini ditemukan.

img_title Insentif EV Segera Diumumkan Prabowo, Purbaya: Untuk 500.000 Motor dan Mobil Listrik

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Budi G Sadikin, menegaskan, krisis yang terjadi saat ini berbeda dengan resesi ekonomi yang pernah melanda dunia pada 1998, 2008 atau 2013. Karena, sumbernya bukan berasal dari sektor keuangan.

"Krisis ekonomi atau masalah ekonomi yang terjadi saat ini, beda dengan 98, 2008 atau 2013. Kala itu disebabkan sektor keuangan. Itu sebabnya, semua solusinya, solusi keuangan,” ujar Budi dikutip VoxPop Bisnis saat diwawancarai tvOne, Kamis 6 Agustus 2020.

img_title Pemerintah Rayu Toyota Pindahkan Basis Produksi dari Thailand ke Indonesia, Siap Beri Insentif

Berbagai stimulus ekonomi yang dikeluarkan, menurutnya, pun, tidak akan mampu mengobati resesi ekonomi yang terjadi. Lalu, bagaimana cara mengobatinya?

Baca juga: Kemenkeu Ungkap Cara Pencairan Bantuan Gaji Pekerja di Bawah Rp5 Juta

img_title Indef Sebut Insentif Otomotif Bakal Dorong Produksi EV Nasional

"Jadi berapa banyak program subsidi, bansos, enggak akan selesai (resesi ekonomi). Selama masalah kesehatannya tidak selesai," tegasnya. 

Solusinya, menurut Budi, adalah yang saat ini menjadi prioritas Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Presiden Joko Widodo pun telah menginstruksikan bahwa penyelesaian masalah kesehatan menjadi prioritas utama.

Baru prioritas kedua terkait lapangan pekerjaan, dan selanjutnya bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi RI setelah pandemi ini berakhir.

"Itu sebabnya pak (Menko Perekonomian) Airlangga dan pak (Menteri BUMN) Erick, menyusun programnya, Indonesia sehat nomor satu, Indonesia kerja nomor 2 dan Indonesia tumbuh nomor 3," tambahnya. 

Resesi ekonomi menghantui Indonesia saat ini. Hal itu ditandai dengan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II-2020 yang minus 5,32 persen dari kuartal sebelumnya 2,97 persen. 

Berbagai stimulus ekonomi pun digelontorkan untuk mempertahankan konsumsi masyarakat di tengah pandemi. Yang terbaru, pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta bakal dapat insentif Rp600 ribu selama empat bulan ke depan. (art)

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Rayu Toyota Relokasi Produksi ke RI, Purbaya Tawarkan Insentif

Purbaya telah menawarkan pemberian insentif agar perusahaan otomotif Toyota mau merelokasi pusat produksi kendaraannya, dari sebelumnya di Thailand beralih ke Indonesia.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut