Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi 2020 Paling Rendah Minus 1,1 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro

VoxPop – Pemerintah kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2020. Akibat buruknya tekanan ekonomi yang disebabkan pandemi COVID-19, ekonomi diperkirakan jatuh semakin dalam.

img_title Menkeu Purbaya Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Tegaskan Tak Sedang Mengarah ke Krisis

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini pemerintah memperkirakan ekonomi sepanjang tahun ini paling buruk -1,1 persen hingga 0,2 persen. Sebelumnya di kisaran -0,4 persen sampai 2,3 persen.

"Downside risk menunjukkan tanda yang cukup nyata yang harus kita kelola di kuartal III dan IV. Outlook dari kami menggambarkan GDP kita di -1,1 hingga positif 0,2," katanya saat konferensi pers, Selasa, 25 Agustus 2020.

img_title Qodari Tegaskan Ekonomi Indonesia Tak Sama dengan 1998, Sebut Fundamental Kini Jauh Lebih Kuat

Baca juga: Rupiah Mulai Menguat Didukung Informasi Terapi Plasma Darah

Sri menjabarkan, konsumsi rumah tangga akan tumbuh di kisaran -1,3 hingga 0,0 persen. Sementara itu investasi -4,2 sampai dengan -2,6 persen sedangkan ekspor impor negatif lebih dalam.

img_title Pemerintah Yakin Pertumbuhan Kredit Tetap Tumbuh Dua Digit hingga Akhir 2026, Ini Alasannya

Ekspor, dikatakannya -5,6 hingga -4,4 persen sedangkan impor di kisaran -10,5 hingga -8,4 persen. Sementara itu yang positif hanya dari konsumsi pemerintah di kisaran 2 hingga 4 persen.

Oleh sebab itu, dia memastikan, pada kuartal III dan IV tahun ini pemerintah akan betul-betul menggelontorkan belanja secara besar-besar supaya ekonomi dapat terus bergerak.

"Selain yang di bawah kontrol pemerintah dalam bentuk belanja akan di all out sangat tergantung dari gerakan konsumsi dan investasi domestik dan ini jadi pusat perhatian kita pada Kuartal III an IV," tutur Sri. (ase)

Ilustrasi Ekonomi

Ekonom Ungkap Alasan Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun Meski Ekonomi Global Penuh Ketidakpastian

Ekonom Indef menilai realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun menunjukkan daya tarik Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global.

img_title
VoxPop.co.id
18 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut