Bisnis Karoseri Mati Suri, 1.500 Pegawai Adiputro Kena Imbas Pandemi

Pabrik karoseri di PT Adiputro Wirasejati di Jalan Raya Balearjosari, Blimbing, Malang.
Sumber :
  • VoxPop/Lucky Aditya

VoxPop – Hening, tidak ada percikan api, tidak ada bau cat, tidak terdengar suara bising orang dalam pembuatan rangka, pemasangan panel, pendempulan dan pengecatan, pembuatan interior, penyelesaian hingga pengecekan mutu tidak terlihat di industri karoseri milik PT Adiputro Wirasejati di Jalan Raya Balearjosari, Blimbing, Kota Malang. 

img_title MSCI Segera Umumkan Rebalancing, Nasib 11 Saham RI Jadi Sorotan Investor

Jajaran direksi Adiputro mengaku industri miliknya sangat terdampak oleh pandemi COVID-19. Pernah mencatatkan nol order selama tiga bulan, karena tidak ada pemesanan dari perusahaan otobus untuk pemasangan bodi bus ataupun perakitan. Pilihannya adalah melakukan rasionalisasi dengan merumahkan hampir separuh dari sekitar 1.500 karyawan mereka. 

"Saya berharap pandemi COVID-19 segera berakhir. Karena apa, jumlah karyawan 1.500 orang, terkena rasionalisasi separuh dari mereka dirumahkan. Dari separuh ini juga masih on-off (bergantian)," kata Direktur Adiputro, Jesse Jethrokusumo, Sabtu 29 Agustus 2020. 

img_title Gunung Gede Pangrango Terbakar, Semua Jalur Pendakian Ditutup hingga 11 Agustus

Baca juga: Jika Ekonomi RI Minus 1,1 Persen pada 2020, Kemenkeu: Itu Prestasi

Jesse mengungkapkan, sejak fokus pada industri karoseri di tahun 1973 tidak pernah suasana pabrik seluas 8 hektare ini sunyi tanpa pengerjaan. Di kurun waktu Mei hingga Juli 2020 mereka mencatatkan bisnis terburuk sepanjang sejarah perusahaan dengan nol order alias tidak ada yang memesan sama sekali. Padahal di situasi normal menerima orderan hingga 150 unit per bulan. 

img_title Korlantas Polri Siapkan Layanan Khusus Jalan Tol

"Penurunan sampai 95 persen, sejak Maret curva penjualan semakin turun. Kita bahkan pernah tidak ada penjualan sama sekali atau nol order, itu kisaran bulan Mei, Juni, dan Juli. Perlahan ada pemesanan di Agustus ini jumlahnya 3 unit. Padahal 2019 lalu per bulan kita dapat pesanan 125 sampai 150 unit," ujar Jesse. 

Adiputro merupakan perusahaan karoseri terbesar di Jawa Timur. Murni mengembangkan usaha karoseri pada 1973, dimulai dengan menggarap bus kecil, T100 dan L300 milik Mitsubishi, serta Suzuki Carry. Sejak berdiri hingga sekarang, Adiputro berbisnis dengan puluhan perusahaan otobus dari banyak daerah di Indonesia. Dari seluruh perusahaan otobus, 60 persen di antaranya perusahaan bus pariwisata, sisanya perusahaan bus reguler. 

Sekarang Adiputro lebih banyak merakit bus besar Mercy dan Hino, serta sasis Isuzu untuk minivan empat roda. Mereka punya bus varian andalan yang mereka beri nama Jetbus. Keunggulan Jetbus adalah penggunaan teknologi suspensi udara (air suspension), selain tampilan yang mewah, lapang, dan nyaman. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut