RUU Cipta Kerja Diklaim Bisa Ciptakan 3 Juta Lapangan Pekerjaan

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono.
Sumber :
  • VoxPopnews/Mohammad Yudha Prasetya

VoxPop – Pemerintah menargetkan keberadaan Rancangan Undang-undang Cipta Kerja bisa memperbaiki struktur ekonomi nasional sehingga bisa meraup angka pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,7-6 persen.

img_title Prabowo Pamer Capaian Program MBG, Salah Satunya Lapangan Pekerjaan Masif

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, pertumbuhan itu akan ditopang dengan terciptanya lapangan kerja sebanyak 2,7 juta-3 juta per tahun.

"Meningkat dari saat ini 2 juta per tahun, untuk menampung 9,29 juta orang yang tidak atau belum bekerja (7,05 juta pengangguran dan 2,24 juta Angkatan Kerja Baru)," kata Susiwijono dikutip dari keterangannya, Jumat, 2 Oktober 2020.

img_title Prabowo Sempat Tegur Menteri di Retret, Istana: Untuk Melecut Semangat

Baca juga: Bursa Wall Street Bergejolak Dapat Kabar Trump Positif COVID-19

Di sisi lain, RUU dikatakannya juga akan meningkatkan kompetensi pencari kerja, kesejahteraan pekerja dan peningkatan produktivitas pekerja yang berpengaruh pada peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

img_title Pemerintah Gelontorkan Rp1,4 Triliun Buat Program Magang Nasional

Peningkatan investasi, Susiwijono mengklaim juga akan terjadi sebesar 6,6-7,0 persen, untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha existing yang akan menciptakan lapangan kerja baru.

Selanjutnya, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi dikatakannya juga akan semakin diberdayakan dan mendukung peningkatan kontribusi UMKM terhadap PDB menjadi 65 persen dan Koperasi 5,5 persen.

"Keberadaan RUU Cipta Kerja diharapkan bisa mengurai kompleksitas persoalan ketenagakerjaan di tanah air. Pandemi COVID-19 pun menjadi momentum untuk melakukan pembenahan," tegas dia.

Dia pun juga mengungkapkan, ada sejumlah risiko yang akan dihadapi Indonesia tanpa adanya pembenahan mendasar struktur ekonomi nasional yang dilakukan melalui RUU Cipta Kerja.

"Lapangan kerja akan pindah ke negara lain yang lebih kompetitif, daya saing pencari kerja relatif rendah dibanding negara lain, penduduk yang tidak atau belum bekerja akan semakin tinggi dan Indonesia terjebak dalam middle income trap," tutur Susiwijono.

Pengusaha jalan tol, Jusuf Hamka alias Babah Alun di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin, 12 Agustus 2024

Jusuf Hamka: Banyak Lapangan Kerja Tercipta dari Program MBG

Tokoh Muslim Tionghoa, Jusuf Hamka atau Baba Alun menepis anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mematikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

img_title
VoxPop.co.id
16 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut