OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan November Terjaga

Gedung OJK / Otoritas Jasa Keuangan
Sumber :
  • vivanews/Andry Daud

VoxPop – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, kondisi sektor jasa keuangan masih dalam keadaan yang stabil dan terjaga hingga November 2020. Rapat Dewan Komisioner bulanan OJK mencatat, bahwa profil risiko dan permodalan sektor jasa keuangan dalam kondisi yang terjaga.

img_title BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemprov Dorong Malut Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Tergambar dari rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 3,15 persen, dan rasio Non-Performing Finance (NPF) sebesar 4,7 persen.

"Terjaganya NPL dan NPF banyak ditopang kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan," kata Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo, melalui siaran pers, Kamis 26 November 2020.

img_title Cegah Investasi Bodong, Bank Mandiri Taspen Edukasi Masyarakat Kenali Produk Resmi Perbankan

Baca juga: Mendag Ungkap Harga Bahan Pokok yang Potensi Naik Jelang Natal

Selain itu, risiko nilai tukar perbankan terjaga pada level rendah terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) Agustus 2020 sebesar 2,31 persen, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen.

img_title BI Tegaskan AI Genjot Produktivitas hingga Efisiensi Tugas Bank Sentral dan Sektor Keuangan

Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per 18 November 2020 terpantau pada level 157,57 persen dan 33,77 persen, di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan tercatat sebesar 23,74 persen serta Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 539 persen dan 337 persen.

Kondisi itu jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen. Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 2,28 persen jauh di bawah maksimum 10 persen.

"OJK akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan peran sektor jasa keuangan," tegas Anto.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi

Capai Rp 9.080,9 Triliun, Bos OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 12,67% Per Juni 2026

Bos OJK, Kiki melaporkan, penyaluran kredit perbankan hingga bulan Juni 2026 tercatat tumbuh sebesar 12,67 persen secara year-on-year (yoy), mencapai Rp 9.080,9 triliun.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut