Harga Minyak Mentah Indonesia di Pasar Dunia Meroket

Ilustrasi pengeboran minyak (picture-alliance/imageBROKER/D. Radicevic)
Sumber :
  • dw

VoxPop – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya kenaikan harga komoditas utama Indonesia di pasar global pada periode Maret 2021. Kondisi ini menyebabkan ekspor Indonesia naik pesat.

img_title Harga Emas Hari Ini 27 Juli 2026: Antam Kinclong, Produk Global Meroket

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) meroket. Suhariyanto mengungkapkan, pada Februari 2021 ICP sebesar US$60,36 per barel. Sedangkan pada Maret 2021 menjadi sebesar US$63,5 per barel.

"Kalau kita lihat harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia mengalami kenaikan dari Februari ke Maret," kata dia saat konferensi pers, Kamis, 15 April 2021.

img_title Harga Minyak Mentah RI Diproyeksi Capai US$71 Per Barel di Juli, ESDM: Tergantung Pasar dan Geopolitik

Dengan perkembangan tersebut, Suhariyanto mengatakan, secara bulanan ICP mengalami kenaikan sebesar 5,20 persen. Namun, secara tahunan naiknya hingga 85,51 persen dibanding harga tahun lalu yang di kisaran US$40 per barel.

"Month to month ICP naik 5,20 persen dan secara year on year meningkat tajam 85,51 persen. Banyak komoditas non-migas yang juga meningkat dari Februari ke Maret 2021," paparnya.

img_title Harga Minyak Dunia Tembus Level Tertinggi 4 Pekan, Konflik AS-Iran di Selat Hormuz Kian Memanas

Tidak hanya minyak, menurutnya terdapat komoditas lainnya yang mengalami kenaikan harga, seperti batu bara, minyak kernel, minyak kelapa sawit, tembaga, aluminium dan timah.

"Harga batu bara misalnya month to month naik 9,43 persen, sementara year on year naik 42,2 persen," tutur Suhariyanto.

Adapun beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga disebutkannya adalah nikel sebesar 11,7 persen secara bulanan, dan emas 4,97 persen.

Suhariyanto menilai, meroketnya beberapa harga komoditas tersebut disebabkan sudah semakin pulihnya perekonomian global sehingga permintaan terhadap komoditas RI meningkat.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menyatakan, Indonesia akan memasuki periode supercycle dalam perekonomian dunia. Akibatnya, harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan. Harga komoditas yang berpotensi naik signifikan terutama komoditas dasar, disebabkan pertumbuhan ekonomi baru dari permintaan yang terjadi di masa pandemi dan setelah Pandemi COVID-19.

"Supercycle ini memang menyebabkan barang beberapa komoditas akan naik," kata dia di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu, 7 April 2021.

Adapun beberapa komoditas dasar yang harganya naik dalam periode supercycle tersebut adalah minyak bumi ataupun minyak kelapa sawit, gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), bijih besi, dan tembaga.

"Akan naik secara signifikan, terutama komoditas dasar, yang diakibatkan pertumbuhan ekonomi baru dari permintaan yang terjadi di masa pandemi dan setelahnya," kata dia.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Bahlil soal Harga Pertamax Turun: Ikuti Harga Minyak Mentah Dunia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga BBM nonsubsidi termasuk Pertamax akan terus mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut