Tabungan Orang Kaya Semakin Naik, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi RI?

Orang kaya raya.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah mewaspadai kondisi naiknya tabungan orang kaya dan tergerusnya tabungan orang miskin. Kondisi ini terjadi di tengah lonjakan penyebaran COVID-19.

img_title Bahagia Ternyata Punya Arti Berbeda bagi Orang Kaya, Kelas Menengah, dan Kelas Bawah

Kewaspadaan Sri tersebut dianggap lambat, lantaran seharusnya sudah bisa diantisipasi sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat atau level 4.

Hal itu diungkapkan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. Dia menjelaskan, pada dasarnya sejak PPKM darurat awal Juli 2021, kenaikan tabungan orang kaya di perbankan sudah terjadi.

img_title Orang Kaya Ternyata Tidak Borong Emas, Ini Strategi Investasi yang Justru Mereka Terapkan

"Sejak PPKM Darurat bulan Juli awal, naiknya kasus harian COVID-19 membuat orang kaya menahan belanja dan masukkan uang ke simpanan bank," kata dia kepada VoxPop, Rabu, 4 Agustus 2021.

Baca juga: Luhut Undang BEM UI hingga Faisal Basri Diskusi COVID-19, Ini Hasilnya

img_title Orang Kaya Diam-diam Menghindari 11 Pengeluaran Ini, tapi Justru Sering Jadi Godaan bagi Kaum Mendang-mending

Menurut Bhima dengan kondisi tersebut, menyebabkan dana pihak ketiga di perbankan naik. Ini tergambar dari sejumlah laporan keuangan perbankan semester I-2021 yang sudah diumumkan.

"Tapi bagi kelas menengah bawah yang kondisinya makin berat terpaksa harus makan tabungan. Ambil simpanan dan digunakan untuk beli kebutuhan pokok," papar dia.

Dengan naiknya tabungan orang kaya atau yang bernilai di atas Rp100 juta ini, Bhima menilai kondisi ini harusnya sudah menjadi lampu kuning atau bahaya bagi perekonomian.

Penyebabnya, aliran dana di sektor riil terhenti untuk menggerakkan perekonomian secara umum. Sehingga, berdampak pada orang-orang yang memiliki pendapatan menengah ke bawah.

"Apalagi nilai bantuan pemerintah tidak seberapa dan terlambat dicairkan. Harusnya indikasi sejak naiknya kasus harian COVID-19. sudah jadi lampu kuning bagi pemerintah untuk selamatkan kelas menengah bawah," tuturnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Sri memaparkan, berdasarkan data statistik Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tabungan masyarakat di atas Rp100 juta dari hari ke hari kian mengalami kenaikan.

Artinya, orang yang memiliki penghasilan berlebih semakin sering hanya menyimpan dananya di perbankan, sedangkan orang yang kurang berkecukupan semakin sering menggunakan dana tabungannya.

"Yang tabungannya di atas Rp100 juta meningkat lebih banyak dibanding mereka yang kemudian menghadapi situasi ekonomi sulit. Oleh karena itu, tabungan di bawah Rp100 juta menurun, ini yang harus kita waspadai," tegas dia kemarin.

Ilustrasi uang

Ini 11 Pengeluaran yang Dihindari Orang Kaya Sesungguhnya, Tapi Malah Sering Dilakukan Kaum Mendang-mending

Orang kaya bukan sekadar menghasilkan lebih banyak uang, tetapi juga menghindari pengeluaran tertentu. Simak 11 kebiasaan belanja yang sering menguras keuangan.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut