Perhatikan 3 Aspek Vital Ini Sebelum Mulai Pembangunan Rumah

Pembangunan rumah subsidi
Sumber :
  • Muhammd Solihin/VoxPop.

VoxPop – Properti diketahui menjadi salah satu sektor yang bergerak positif di tengah pandemi COVID-19 saat ini. Pemerintah pun menggelontorkan banyak insentif di sektor tersebut untuk agar terus terakselerasi dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

img_title Pengeluaran Terasa Banyak Padahal Baru Awal Bulan? 4 Tips Ini Bisa Dicoba Biar Pengeluaran Lebih Teratur!

Momentum ini perlu dinilai harus dapat dimanfaatkan dengan maksimal baik oleh pelaku industri dan masyarakat. Namun, sebagai calon konsumen, kita perlu cermat dalam memilih properti, baik yang ingin kita beli atau pun kita bangun.

Merespons hal tersebut, anak usaha Siam Cement Group (SCG), Cement-Building Materials di Indonesia melihat tingkat literasi masyarakat terhadap bidang properti, khususnya konstruksi bangunan masih terbatas. Padahal ini adalah hal yang krusial dalam mengambil keputusan sebelum membeli ataupun membangun rumah. 

img_title 5 Rekomendasi Usaha Sampingan dengan Modal Terbatas

Masyarakat yang jarang terlibat dalam proses konstruksi pun biasanya cenderung menilai kualitas bangunan berdasarkan tampak luarnya saja. Padahal, Dikutip VoxPop, Jumat 20 Agustus 2021, dari keterangan SCG, ada tiga aspek vital lainnya yang harus dipertimbangkan. 

1. Karakteristik lingkungan. 

img_title Utamakan Kenyamanan dan Keselamatan Berkendara Pakai SUV dengan 3 Cara Ini Dukung Momen Libur Sekolah

Bukan hanya soal lokasi dengan akses strategis namun juga karakteristik lingkungan yang aman dari bencana, seperti tidak berada di area rawan longsor maupun banjir. 

Kualitas tanah juga perlu diperhatikan, bukan tanah basah seperti bekas rawa, sawah, atau lahan gambut karena diperlukan waktu dan biaya lebih untuk membuat lahan tersebut menjadi kering dan siap untuk dibangun. 

Meski demikian, apabila Anda tetap memilih lingkungan seperti ini karena pertimbangan lain, sebaiknya Anda punya rencana untuk mengantisipasi dampak lingkungan di kemudian hari. Kondisi tanah yang basah dapat meningkatkan risiko kebocoran pada pondasi rumah, sehingga Anda perlu tahu strategi penambalan celah di tempat rembesan air tersebut.

2. Struktur konstruksi yang simetris. 

Ketika struktur konstruksi bangunan tidak simetris, maka pondasi akan rentan mengalami keretakan. Penyebab lainnya adalah adukan cor beton yang terlalu cepat mengering yang bisa membuat keretakan saat pengaplikasian maupun retak di kemudian hari. Jika keretakan ini tidak ditangani dengan tepat, maka masalah ini dapat menyebabkan keruntuhan pada pondasi.  

3. Pemilihan material konstruksi yang tepat dan berkualitas. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut