Bikin Geger, Ini Penampakan Bambu yang Dipakai PUPR Buat Jalan Tol

Tumpukan Bambu yang dipakai PUPR untuk membangun Jalan Tol.
Sumber :
  • instagram @kemenpupr

VoxPop – Diberitakan sebelumnya oleh VoxPop bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) sedang melakukan uji coba dan melakukan inovasi dalam konstruksi jalan tol. Salah satu terobosan baru tersebut adalah penggunaan bambu sebagai sistem matras di jalan tol.

img_title Aplikasi Hutama Karya Makin Canggih, Ada fitur Pembayaran Tol Nirsentuh hingga Pengingat Istirahat saat Berkendara

Dikutip dari instagram @kemenpupr, pada 3 Oktober 2021, dijelaskan bahwa bambu tersebut akan digunakan sebagai sistem matras memperkuat daya dukung tanah dalam pembangunan Tol Semarang-Demak. 

Adapun pada ruas di jalan tol ini akan terintegrasi dengan tanggul laut ini, dan akan diperkuat oleh matras bambu setebal 17 lapis. Dengan demikian, metode ini akan menjadi yang pertama digunakan di Indonesia dan menjadi tol pertama di Indonesia dengan bahan bambu.

img_title Jasa Marga Tanam Ribuan Pohon di Jalan Tol dan Rest Area, Ini Fungsinya

Baca juga: Geger, PUPR Bakal Buat Jalan Tol Pertama di RI Pakai Bambu

Untuk itu, metode tersebut diharapkan tidak hanya akan memberikan konstruksi tanggul laut terintegrasi dengan jalan tol yang efisien dari segi biaya, namun juga dapat menyediakan infrastruktur yang handal dan berkesinambungan di masa yang akan datang.

img_title Gara-gara Sering Ada Mobil Lawan Arah, 400 Titik Jalan Dipasang Sensor Canggih

Tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol ini merupakan konstruksi yang baru pertama sekali dilaksanakan di Indonesia sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian PUPR dalam pelaksanaannya.

Seperti diketahui, dalam pengujian ini perlu dilakukan karena konstruksi tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol ini akan dibangun di atas tanah dengan klasifikasi very soft soil. Pengujian terdiri dari dua jenis yaitu uji tarik sistem matras bambu dan uji lentur sistem matras bambu. 

Pengujian tarik sistem matras bambu dan uji lentur sistem matras bambu yang baru pertama kali dilaksanakan ini diharapkan dapat memberikan terobosan dalam memberikan solusi perkuatan tanah lunak yang murah dan tepat guna.

Sementara, dikutip dari instagram @anakteknikindo, Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Sri Murni Dewi menjelaskan dalam penelitiannya bahwa penggunaan bambu di jalan tol adalah sebagai pengganti tulangan.

Menurut beliau, material bambu memiliki kekuatan yang sejajar serat yang tinggi namun kekuatan tegak lurus seratnya rendah. Oleh sebab itu, bambu akan terkesan reot ketika dimanfaatkan untuk konstruksi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut