Kematian Corona COVID-19 Lebih 100 Ribu Orang, AS Tempel Italia

Peta penyebaran virus corona COVID-19 di dunia
Sumber :
  • Johns Hopkins University

VoxPop – Wabah Virus Corona COVID-19 dipastikan akan selalau diingat dalam lembaran sejarah. Bagaimana tidak, virus ini telah memakan korban yang sangat besar. Hingga berita ini diturunkan, Sabtu 11 April 2020 pukul 03.50 WIB, COVID-19 telah memakan korban jiwa lebih dari 100 ribu orang.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Dilansir dari data worldmeters, COVID-19 telah memakan korban jiwa hingga 102.099 orang. Sedangkan total kasusnya mencapai angka 1.685.528, dengan jumlah pasien yang sembuh baru menyentuh angka 375.221 orang. Catatan yang tentu sangat memprihatinkan, termasuk bagi Indonesia yang juga terdampak.

Dari total kematian tesebut, dua negara yakni Italia dan Amerika Serikat (AS) paling banyak. Italia dengan jumlah kematian hingga 18.849 orang dari total 147.577 kasus. AS di urutan kedua untuk jumlah kematian dengan 18.331 orang. Namun untuk temuan kasus, AS paling gila dengan total 493.426 kasus. 

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Spanyol di posisi ketiga dengan total kematian 15.970 orang dari total 157.053 kasus. Prancis berada di posisi empat jumlah kematian di angka 13.197 (124.869 kasus). Baru Inggris masuk lima besar dengan total kematian 8.958 orang dari total 73.758 kasus.

Yang menjadi catatan, China yang menjadi negara pertama dan sebelumnya sudah tampak tenang kembali ditemukan kasus kematian karena COVID-19. Dari total 42 kasus baru yang ditemukan, satu orang meninggal dunia. Total menjadi 3.336 orang di China meninggal (81.907 kasus).

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

Indonesia sendiri tercatat ditemukan 3.512 orang terpapar COVID-19 dengan korban meninggal 306 orang. 

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut