Twitter Blokir 23.000 Akun Berbau Partai Komunis China

Ilustrasi Twitter.
Sumber :
  • www.pixabay.com/Mizter_x94

VoxPop – Twitter telah memblokir lebih dari 23.000 akun yang berhubungan dengan Partai Komunis China, pada Kamis 11 Juni 2020. Akun-akun itu disebut telah menyebarkan propaganda untuk melemahkan unjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong dan juga menepis kritik terkait cara China menangani pandemi COVID-19.

img_title Menhub Pede Rusia dan China Bakal Investasi di Proyek Trans-Kalimantan

Melansir Sky News, terdapat 23.750 akun terkait Partai Komunis China yang diblokir Twitter. Sebagian besar dari mereka berbahasa China.

Baca Juga: Rugi Akibat Lockdown, Ribuan Toko Ritel Fashion Zara Ditutup

img_title BRIN Jawab Kekhawatiran Kebocoran Data dalam Proyek Satelit Lampung-1

Menurut keterangan resmi Twitter, akun-akun itu mendukung kebijakan Pemerintah China dan membantunya menyebarkan narasi yang berbeda tentang gejolak politik yang terjadi di Hong Kong.

img_title Bukan Barang Biasa, Isi Peti Kemas Ini Ternyata Harley-Davidson Bekas

Salah satu narasi yang dibangun mengenai Hong Kong adalah aksi kerusuhan di sana didukung dan didorong oleh Amerika Serikat. Kemudian, terkait penanganan COVID-19, akun-akun tersebut mengatakan bahwa China telah berhasil menangani wabah mematikan itu.

Hal itu menimbulkan pertentangan pendapat dari sejumlah negara yang menuduh China tidak menyampaikan informasi yang transparan mengenai virus Corona.

Ada pula akun yang menyebarkan propaganda soal Taiwan. Mereka menyatakan bahwa Taiwan belajar dari China tentang penanganan pandemi COVID-19.

Twitter menjelaskan, akun-akun tersebut berhasil diidentifikasi sebelum menjadi perhatian atau memikat daya tarik dari warganet. Sejumlah analis meyakini bahwa China secara diam-dam berupaya menyebarkan propaganda dan disinformasi pada platform media sosial Barat.

"Sementara Partai Komunis China tidak mengizinkan rakyat China untuk menggunakan Twitter, ia dengan senang hati menggunakannya untuk menabur propaganda dan disinformasi internasional," kata Direktur The International Cyber Policy Center di Australian Strategic Policy Institute, Fergus Hanson.

Diketahui, China melarang warganya untuk mengakses Twitter, Facebook, dan Google. Mereka memiliki platform media sosial serta mesin pencari sendiri yang berada di bawah pantauan dan pengawasan negara. 

Leapmotor memulai perakitan di Indonesia

Leapmotor Baru Mulai Rakit Mobil, Kapasitas Pabriknya Bisa 34.000 Unit

Leapmotor mulai merakit B10 dan C10 di Purwakarta. Kapasitas pabrik awal 10.000 unit per tahun dan bisa ditingkatkan hingga 34.000 unit untuk mendukung pasar EV.

img_title
VoxPop.co.id
8 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut