Jika WNI, RI Siap Bantu Wilhan Martono yang Ditangkap di California

Ilustrasi prostitusi
Sumber :
  • dok. pixabay

VoxPop –Nama Wilhan Martono menjadi sorotan saat media asing memberitakan, dia ditangkap polisi di San Fransisco, California karena diduga terlibat kasus prostitusi online. Mengenai kabar ini,  Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia masih menelusuri kebenarannya. Jika memang benar Wilhan Martono merupakan warga negara Indonesia (WNI), Kemenlu bakal memberikan perlindungan hukum kepada Wilhan Martono. 

img_title Gempa Beruntun Guncang Banyak Negara dalam 24 Jam, Ada Apa dengan Bumi?

"Tentu. Setiap warga negara mendapatkan pendampingan hukum dari perwakilan kita," kata Direktur Perlindungan WNI Kementrian Luar Negeri, Judha Nugraha kepada VoxPop pada Minggu, 21 Juni 2020.

Akan tetapi, kata Judha, saat ini KBRI dan KJRI San Fransisco sedang berkoordinasi untuk memastikan status kewarganegaraan Wilhan Martono apakah benar warga Indonesia atau bukan.

img_title Mengungkap Rahasia California Sebagai Pusat Geng Motor di Amerika Serikat

"Saat ini KJRI kita di San Fransisco masih berkoordinasi sedang memeriksa status yang bersangkutan, apakah WNI atau bukan," ujarnya.

Baca Juga: Begini Cara Anies Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Jokowi

img_title Tersangka Pemicu Kebakaran Dahsyat di Los Angeles Ditangkap Berkat Gambar di ChatGPT

Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Wilhan Martono diduga terlibat kasus prostitusi online. Wilhan ditangkap polisi di Wilayah Teluk San Francisco, California, Amerika Serikat. Wilhan ditangkap karena diduga menjalankan bisnis perdagangan seks online internasional.

Situs web yang digunakan untuk melakukan aksi perdagangan seks, memuat iklan yang menampilkan anak-anak dan menghasilkan sekitar US$ 21 juta.

Dikutip dari laman Sandiego Union Tribune, East Bay Times melaporkan, Wilhan Martono menghadapi 28 dakwaan federal termasuk konspirasi, pencucian uang dan promosi serta fasilitasi pelacuran.

Belum diketahui apakah Wilhan Martono punya pengacara untuk membela kasusnya. Namun yang pasti, menurut dakwaan, Martono membuat situs web yang memungkinkan pengguna untuk mencari pekerja seks di lebih dari 14 kota di AS dan di lima benua.

Situs web yag digunakan Wilhan Martono menggunakan alamat dan nomor telepon Hong Kong. Pembayaran dilakukan secara elektronik dengan bitcoin atau kartu hadiah, kata jaksa penuntut.

Ilustrasi penembakan.

Penembakan Dekat Lokasi Nobar Piala Dunia di California, Satu Orang Tewas

Satu orang tewas dan seorang lainnya mengalami cedera serius dalam penembakan dekat San Pedro Square, sebuah distrik hiburan dan tempat berkumpul penggemar Piala Dunia.

img_title
VoxPop.co.id
29 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut