Wow, Alutsista AS yang Dijarah Taliban Bernilai Rp255 Triliun
- Twitter @TalibanSoldiers
Taliban diyakini memiliki puluhan ribu senjata ringan, ribuan kendaraan lapis baja, dan puluhan pesawat, termasuk helikopter dan drone.
"Segala sesuatu yang belum dihancurkan adalah milik Taliban sekarang," kata seorang pejabat AS kepada Reuters.
Pasukan Taliban dengan seragam taktikal bersenjata di Kabul Afghanistan
- Twitter @TalibanSoldiers
Dan, dikhawatirkan beberapa senjata bisa jatuh ke tangan kelompok teroris sempalan - seperti ISIS - atau bahkan Rusia dan China.
Menurut laporan resmi AS tahun 2017, militer AS di Afghanistan didukung kekuatan alutsista sebanyak 208 pesawat, 75.898 kendaraan, 599.690 senjata, 162.643 buah teknologi komunikasi, dan 16.191 buah peralatan pengawasan.
"Ketika sebuah kelompok bersenjata mendapatkan persenjataan buatan Amerika, itu semacam simbol status. Ini adalah kemenangan psikologis," kata Wakil Direktur Center for International Policy’s Security Assistance Monitor, Elias Yousif.
Seperti diketahui, ribuan orang berusaha melarikan diri dari Afghanistan, setelah negaranya dikuasai rezim Taliban. Sementara Taliban telah melarang warga Afghanistan meninggalkan bandara Kabul, dan menolak perpanjangan batas waktu penarikan pasukan Barat.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan tidak ada penerbangan evakuasi dari Afghanistan akan diizinkan setelah 31 Agustus 2021. Ia memperingatkan upaya penundaan penarikan pasukan militer asing dari Afghanistan berisiko mengobarkan perang.
"31 Agustus adalah waktu yang diberikan dan setelah itu adalah sesuatu yang bertentangan dengan kesepakatan," tegasnya.
"Semua orang harus disingkirkan sebelum tanggal itu. Setelah itu kami tidak mengizinkan mereka di negara kami, kami akan mengambil sikap yang berbeda," lanjutnya.
