Resesi Seks Semakin Parah, Pemeritah Jepang Lakukan Hal Ini

Ilustrasi penduduk Jepang.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop Dunia – Jepang akan mengucurkan US$25 miliar atau setara dengan Rp370,63 triliun  untuk mengatasi penurunan angka kelahiran yang kerap disebut juga sebagai fenomena resesi seks.

img_title 3 Singa Betina di Jepang Mati Diduga Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Istilah resesi seks mengacu pada penurunan gairah seseorang untuk berhubungan seks, memiliki anak, dan menikah yang disebabkan banyak berbagai faktor.

Tokyo,

Photo :
  • 1420147
img_title BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Terbanyak, Menteri Ara Kasih Apresiasi

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan uang tersebut akan diberikan langsung ke masyarakat dalam bentuk subsidi. Adapun bantuan itu diberikan untuk biaya pendidikan dan perawatan prenatal, hingga promosi kerja yang fleksibel dan cuti ayah.

Subsidi sebesar Rp 370,63 triliun itu akan diberikan oleh pemerintah Jepang selama tiga tahun ke depan.

img_title Milenial dan Gen Z Banyak yang Ambil Rumah Subsidi, BP Tapera Ungkap Alasannya

Selain itu, Kishida juga akan membuat kebijakan demi meningkatkan pendapatan bagi kaum muda dan generasi yang mengasuh anak.

"Kami akan bergerak maju dengan langkah-langkah ini untuk melawan penurunan angka kelahiran tanpa meminta masyarakat menanggung beban lebih lanjut," katanya seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin, 5 Juni 2023.

Masalah resesi seks memang tengah melanda beberapa negara, China dan Korea Selatan salah satunya. Namun, masalah resesi seks paling akut memang terjadi di Jepang.

Negara berpenduduk 125 juta ini mencatat kurang dari 800 ribu kelahiran tahun lalu. Angka ini menjadi yang terendah sejak pencatatan dimulai, sementara biaya perawatan lansia melonjak.

Tokyo,

Photo :
  • 1419777

Negeri Sakura memiliki populasi tertua kedua di dunia setelah Monako. Aturan imigrasi yang relatif ketat, ditambah resesi seks, membuat Jepang kekurangan tenaga kerja yang terus meningkat.

Disisi lain, kebijakan subsidi Rp370,63 triliun yang diambil Kishida tadi menuai kritik. Pasalnya, Kishida dinilai gagal untuk mengidentifikasi sumber pendanaan selain pemotongan pengeluaran di tempat lain dan meningkatkan ekonomi.

Kepala BRIN, Arif Satria

BRIN Klaim Teknologi ANG Bisa Hemat Subsidi LPG hingga Rp26 Triliun per Tahun

Kepala BRIN Arief Satria menyebut teknologi ANG yang dikembangkan lembaga tersebut berpotensi menghemat beban subsidi LPG hingga sekitar Rp26 triliun per tahun.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut