Ilmuwan: Es di Pegunungan Himalaya Akan Hilang 75 Persen di Tahun 2100

Gunung Everest di Himalaya.
Sumber :

Himalaya – Gletser di Hindu Kush Himalaya di Asia mencair dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan dapat kehilangan hingga 75 persen volumenya pada akhir abad ini, kata para ilmuwan. 

img_title Degradasi Plastik Polikarbonat Jadi Perhatian Ilmuwan

Mereka memperingatkan akan adanya banjir berbahaya dan kekurangan air bagi 2 miliar orang yang tinggal di hilir selusin sungai yang bermuara di wilayah pegunungan. 

 

img_title Bukan Sekadar Pintar Matematika, Ini Keterampilan yang Dibutuhkan Calon Ilmuwan Masa Depan

Hindu Kush adalah pegunungan sepanjang 800 kilometer di Asia Tengah dan Selatan di sebelah barat Himalaya. Pegunungan itu membentang dari Afghanistan tengah dan barat ke barat laut Pakistan, dan jauh di tenggara Tajikistan.

 

img_title AI Pecahkan Masalah Matematika yang Bikin Ilmuwan Pusing Selama 80 Tahun

Puncak Gunung Tertinggi di Himalaya

Photo :

 

Laporan dari International Center for Integrated Mountain Development (ICIMOD) yang berbasis di Kathmandu, pada hari Selasa 20 Juni 2023, memperingatkan bahwa banjir bandang dan longsor akan semakin besar, kemungkinannya di tahun-tahun mendatang. Ketersediaan air tawar pun akan terpengaruh untuk 240 juta orang yang tinggal di wilayah serta 1,65 miliar lebih hilir.

 

"Orang-orang yang tinggal di pegunungan ini yang hampir tidak berkontribusi apa-apa terhadap pemanasan global berisiko tinggi akibat perubahan iklim,” kata Amina Maharjan, spesialis migrasi dan salah satu penulis laporan tersebut, melansir Al Jazeera. 

 

“Upaya adaptasi saat ini sama sekali tidak mencukupi dan kami sangat prihatin bahwa tanpa dukungan yang lebih besar, masyarakat ini tidak akan mampu mengatasinya,” katanya. 

 

Berbagai laporan sebelumnya telah menemukan bahwa kriosfer, wilayah di Bumi yang tertutup salju dan es, termasuk yang paling parah terkena dampak perubahan iklim. Penelitian terbaru menemukan bahwa gletser Gunung Everest, misalnya, telah kehilangan es selama 2.000 tahun hanya dalam 30 tahun terakhir.

 

“Kami memetakan untuk pertama kalinya keterkaitan antara perubahan kriosfer dengan air, ekosistem, dan masyarakat di kawasan pegunungan ini,” kata Maharjan.

 

Laporan tersebut menemukan bahwa gletser Himalaya menghilang 65 persen lebih cepat sejak 2010 dibandingkan dekade sebelumnya, dan mengatakan bahwa perubahan pada gletser, salju, dan permafrost di kawasan yang didorong oleh pemanasan global, “belum pernah terjadi sebelumnya dan sebagian besar tidak dapat diubah”.

 

Pada pemanasan 1,5 derajat celcius atau 2 derajat celcius di atas suhu praindustri, gletser di seluruh wilayah akan kehilangan 30 persen hingga 50 persen volumenya pada tahun 2100, katanya. Tetapi di mana gletser akan mencair paling tergantung pada lokasi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut