Belum Ingin Punya Anak, Banyak Wanita Taiwan yang Bekukan Sel Telurnya Untuk Di Masa Depan

Ilustrasi pembuahan sel telur dalam rahim
Sumber :
  • Pixabay/heblo

VoxPop Dunia – Para wanita muda di negara Taiwan kini banyak yang memilih untuk membekukan sel telur mereka, karena belum siap untuk hamil dan memiliki anak, dalam waktu dekat. 

img_title AS Pertimbangkan Larang Wanita Hamil Masuk, Bidik Praktik Pariwisata Kelahiran di Tengah Polemik Kewarganegaraan

Taiwan, di masa modern ini, memiliki tingkat kesuburan sebesar 0,89 anak per perempuan, kurang dari setengah tingkat penggantian (atau kematian) sebesar 2,1 dan salah satu yang terendah di dunia, setelah Korea Selatan dan Hong Kong. 

Wanita lajang di Taiwan dapat membekukan sel telurnya dan hal ini legal, tidak seperti di Tiongkok yang melarang hal tersebut. 

img_title Intip Teknologi Baru Taiwan di Indonesia

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen

Photo :
  • Facebook @Tsai Ing-wen

Namun penggunaan telur tersebut hanya sah dalam pernikahan heteroseksual, tidak termasuk wanita yang belum menikah dan pasangan yang menikah dengan sesama jenis atau gay, melansir The Japan Times, Senin 4 September 2023. 

img_title Pria di Taiwan yang Hindari Wajib Militer Terancam Penjara Maksimal 5 Tahun

Para dokter di Taiwan mengatakan pembatasan tersebut menyebabkan hanya sekitar 8% perempuan yang menggunakan sel telur mereka setelah dibekukan, dibandingkan dengan sekitar 38% di Amerika Serikat.

Taiwan menjadi negara pertama di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis pada tahun 2019 dan pada bulan Mei memberikan hak kepada pasangan sesama jenis untuk mengadopsi anak bersama. 

Namun hanya sekitar 4% anak-anak di Taiwan yang lahir di luar nikah, dibandingkan dengan sekitar 40% di AS yang lebih menerima pernikahan tersebut. 

Li Yi-Ping, direktur utama pusat medis reproduksi di Rumah Sakit Shin Kong Wu Ho-Su Memorial di Taipei, mengatakan ada kemungkinan besar perubahan kebijakan mengenai akses telur berdasarkan komunikasi antara Asosiasi Reproduksi Taiwan dan pemerintah, namun masih menjadi pertanyaan  untuk berapa lama waktu yang dibutuhkan. 

“Ini adalah masalah keamanan nasional yang sangat penting. Sekarang kita harus menunggu masyarakat membentuk konsensus,” kata Li. 

Taiwan merencanakan evaluasi komprehensif sebelum memutuskan apakah akan memperluas akses terhadap reproduksi buatan mengingat ini adalah masalah etika, medis, dan hukum yang kompleks yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, kata Chen Li-Chuan, pakar kebijakan di Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan. 

Tren yang meningkat Permintaan terhadap pembekuan telur di Taiwan telah melonjak, dengan jumlah wanita berusia antara 35 dan 39 tahun yang memilih teknologi tersebut meningkat 86% selama tiga tahun terakhir, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Taiwan University Hospital. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut